Sebuah drama cuaca dua babak tengah bersiap dipentaskan di langit Taiwan. Setelah menikmati kehangatan singkat yang terasa seperti musim semi, warga diimbau untuk tidak lengah. Babak pertama telah dimulai dengan lahirnya Taifun Nokaen, taifun pertama di tahun ini.
Namun, ancaman sesungguhnya justru datang di babak kedua, yaitu serbuan massa udara dingin berkekuatan dahsyat yang akan berkolaborasi dengan sang taifun, menciptakan kondisi lembap dan dingin yang bisa membuat suhu terasa anjlok hingga 8C
Pakar klimatologi di Taiwan, Wu Der-rong (吳德榮) melukiskan sebuah skenario yang kompleks. Taifun Nokaen, yang terbentuk di perairan timur, tidak akan menjadi ancaman langsung. Simulasi model cuaca Eropa menunjukkan sang taifun akan melakukan manuver menari di lautan lepas, berbelok ke utara lalu ke timur, sebelum akhirnya melemah dan menghilang.
Rekor Taifun Januari tidak pernah menyerang Taiwan pun akan tetap terjaga.
Namun, jangan bernapas lega dulu. Meskipun tidak menyerang, Nokaen akan memainkan peran antagonisnya dengan sempurna. Ia akan menyuntikkan uap air dalam jumlah besar ke atmosfer, yang kemudian akan ditunggangi oleh massa udara dingin kuat yang tiba pada Selasa depan (20/1). Kolaborasi maut inilah yang harus diwaspadai.
Mulai Selasa (20/1), suhu akan terjun bebas. Utara Taiwan akan menjadi yang pertama merasakan kombinasi dingin dan basah yang menusuk tulang. Hujan akan turun di wilayah utara dan timur, dan kondisi ini akan bertahan hingga Jumat (23/1).
Menurut simulasi, intensitas udara dingin ini memenuhi standar massa udara dingin kontinental yang kuat, dengan suhu terendah di dataran rendah diperkirakan bisa mencapai 8C.
Faktor kelembapan tinggi akan membuat suhu yang dirasakan tubuh terasa jauh lebih dingin dari angka yang tertera di termometer. Warga diimbau untuk mempersiapkan pakaian hangat dan bersiap menghadapi pekan yang dingin dan suram.