Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Survei Gaji Bulanan Pekerja Migran Terbaru, Termasuk Lembur, Formal NT$35 Ribu, Informal NT$24 Ribu, Punyamu di Atas atau Di Bawah Rata-rata  

15/01/2026 13:09
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Survei Gaji Bulanan Pekerja Migran Terbaru, Termasuk Lembur, Formal NT$35 Ribu, Informal NT$24 Ribu, Punyamu di Atas atau Di Bawah Rata-rata (CNA)
Survei Gaji Bulanan Pekerja Migran Terbaru, Termasuk Lembur, Formal NT$35 Ribu, Informal NT$24 Ribu, Punyamu di Atas atau Di Bawah Rata-rata (CNA)

Sebuah potret terbaru dari denyut nadi para pekerja migran di Taiwan telah dirilis, mengungkapkan dua realita yang kontras antara mereka yang bekerja di pabrik dan mereka yang merawat di rumah.

Didorong oleh ledakan bisnis kecerdasan buatan (AI) global, para pekerja di sektor manufaktur kini bisa membawa pulang gaji total (termasuk lembur) hingga NT$34.900, sementara para perawat rumah tangga masih berjuang dengan gaji sekitar NT$24.200 untuk jam kerja yang panjang.

Survei terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menunjukkan bahwa upah minimum yang naik telah mendongkrak gaji pokok pekerja manufaktur menjadi NT$29.800. Namun, bintang sesungguhnya adalah uang lembur, yang rata-rata mencapai NT$5.100.

Fenomena ini didorong oleh permintaan global akan produk terkait AI, yang memaksa pabrik-pabrik di Taiwan untuk menggenjot produksi. Akibatnya, total jam kerja mereka membengkak menjadi 196,5 jam per bulan, yang adalah peningkatan signifikan yang dibayar dengan keringat dan waktu istirahat.

Di sisi lain, kehidupan para perawat rumah tangga asing tampak berjalan di tempat. Dengan jam kerja harian rata-rata 10,1 jam, gaji total mereka hanya mencapai NT$24.200, ini adalah peningkatan tipis yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan gaji saat perpanjangan kontrak.

Ironisnya, meskipun mereka adalah tulang punggung bagi banyak keluarga di Taiwan, mereka tidak dilindungi oleh Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Hak untuk libur masih bergantung pada negosiasi dengan majikan. Survei menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mendapatkan uang lembur jika tidak libur, hampir sepertiga dari mereka hanya mendapatkan libur satu hari dalam sebulan.

Survei ini juga menyoroti friksi dalam hubungan kerja. Kendala bahasa masih menjadi keluhan utama dari para majikan, diikuti oleh persepsi bahwa para pekerja suka bermain ponsel dan mengobrol. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, mereka adalah cerminan dari kehidupan, perjuangan, dan kontribusi jutaan pekerja migran yang menjadi roda penggerak tak terlihat di balik layar kemakmuran ekonomi dan keharmonisan rumah tangga di Taiwan.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解