Kementerian Pertahanan kemarin (14/1) mengatakan, anggaran pertahanan khusus dengan batas maksimum NT$1,25 trilyun telah dialokasikan, diantaranya sekitar NT$300 milyar akan dialokasikan untuk produksi dalam negeri, dan sisanya adalah pengadaan luar negeri. Pihaknya membantah pernyataan bahwa “pembelian senjata AS hanya membutuhkan NT$300 milyar” adalah tidak benar, selain 5 pembelian senjata, termasuk howitzer M109A7; masih ada 4 pembelian senjata lainnya yang tengah ditinjau, akan tetapi belum dapat dipublikasikan.
Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP), Huang Kuo-chang kemarin (14/1) mengatakan, setelah kunjungannya ke AS, tekadnya untuk menentang RUU Pertahanan Khusus versi Yuan Eksekutif senilai NT$1,25 trilyun semakin kuat. Huang Kuo-chang mengungkapkan bahwa sebagian besar dari NT$1,25 trilyun tersebut bukan untuk pembelian senjata AS.
Naskah pers yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan menyampaikan, tanggapan terhadap ancaman kompleks yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Melalui jalur militer, jalur komersial maupun produksi dalam negeri, Kemenhan berencana untuk pengadaan militer sejak tahun 2026 hingga 2033, mengalokasikan dana maksimal sebesar NT$1,25 trilyun untuk 7 jenis peralatan termasuk artileri presisi. Dari total tersebut, sekitar NT$300 milyar dialokasikan untuk komponen yang diproduksi di dalam negeri, sedangkan sisanya dibeli dari luar negeri. Pernyataan bahwa “pembelian senjata AS hanya memerlukan biaya NT$300 milyar” adalah tidak benar.
Kemenhan menjelaskan bahwa "Rancangan Undang-Undang Khusus untuk Pengadaan di bawah Rencana Peningkatan Ketahanan Pertahanan dan Perang Asimetris" terutama mencakup 7 kategori, seperti "pertahanan udara, rudal anti-balistik, dan rudal anti-lapis baja." Di antara pengadaan tersebut, AS telah memberitahukan kepada kongres tentang prosedur untuk 5 item senjata diantaranya, howitzer M109A7, sistem peluncur roket ganda HIMARS, sistem rudal drone anti-lapis baja ALTIUS, rudal anti-lapis baja Javelin, dan rudal anti-lapis baja TOW-2B.
Kemenhan juga mengatakan, pihaknya memperlaju peninjauan 4 pengadaan senjata lainnya, setiap perencanaan Kemenhan ditelaah secara cermat dan ilmiah. Akan tetapi, kuantitas dan jumlah spesifiknya tidak dapat diungkapkan sampai Yuan Legislatif menyelesaikan peninjauan undang-undang khusus dan menyetujui alokasi anggaran khusus. Oleh karena itu, pertemuan rahasia akan diadakan untuk melaporkan kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif.