Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Benteng Pertahanan Bencana Taiwan Diperkuat, Pekerja Migran Indonesia Direkrut Jadi Garda Terdepan  

16/01/2026 11:35
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Benteng Pertahanan Bencana Taiwan Diperkuat, Pekerja Migran Indonesia Direkrut Jadi Garda Terdepan (Unsplash)
Benteng Pertahanan Bencana Taiwan Diperkuat, Pekerja Migran Indonesia Direkrut Jadi Garda Terdepan (Unsplash)

Dalam sebuah langkah terobosan yang merobohkan batasan kebangsaan, Kementerian Dalam Negeri Taiwan (MOI) mengumumkan strategi baru untuk memperkuat benteng pertahanan bencana nasional, yaitu merekrut para pekerja migran untuk menjadi Petugas Siaga Bencana. Untuk pertama kalinya, sebuah Kelas Khusus Pekerja Migran Indonesia akan digelar, menandai era baru di mana setiap elemen masyarakat, tanpa terkecuali, dilibatkan dalam membangun jaring pengaman sosial.

Langkah ini merupakan bagian dari fokus utama tahun 2026 yang bertema Internasionalisasi dan Arus Utama. Pemerintah Taiwan menyadari bahwa para pekerja migran, terutama perawat rumah tangga, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari banyak keluarga di Taiwan. Memberdayakan mereka dengan pengetahuan tanggap darurat bukan hanya langkah logis, tetapi juga strategis.

Inspirasi untuk program ini datang dari sebuah momen yang mengharukan saat bencana luapan danau di Hualien. "Melihat pekerja migran asing secara spontan masuk ke daerah bencana untuk memberikan bantuan sangatlah menyentuh hati," ujar seorang pejabat kementerian. Kini, semangat gotong royong spontan itu akan diformalkan melalui pelatihan profesional.

Selain merangkul komunitas internasional, pemerintah juga terus menggenjot partisipasi dari tokoh-tokoh lokal. Upaya masif untuk melatih para kepala desa telah menunjukkan hasil luar biasa, dengan tingkat partisipasi melonjak dari 20% menjadi lebih dari 51% hanya dalam waktu singkat.

Jaringan organisasi sipil, mulai dari klub internasional seperti Lions dan Rotary hingga kelompok perempuan, juga digandeng untuk menyebarkan benih kesiapsiagaan bencana ke seluruh lapisan masyarakat. Pesannya jelas, yaitu di hadapan bencana, tidak ada lagi istilah warga negara atau orang asing, yang ada hanyalah sesama manusia yang saling menolong.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解