(Taiwan, ROC) -- Hasil negosiasi tarif Taiwan-AS telah diumumkan, Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (16/1) menyatakan jika tim negosiasi telah mencapai empat target utama, termasuk menurunkan tarif menjadi 15% tanpa pengenaan ganda dan memperoleh perlakuan terbaik terkait tarif pasal 232.
Presiden menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim negosiasi dan yakin jika hal ini akan membantu industri Taiwan tetap kuat di dalam negeri, sekaligus memperluas jangkauan global dan memasarkan produknya ke seluruh dunia. Dirinya juga mengajak seluruh rakyat bersatu dan berharap semua partai mendukung kesepakatan ini agar Taiwan bisa melangkah maju bersama.
Presiden menyatakan, tarif resiprokal AS-Taiwan telah ditetapkan. Pemerintah berkomitmen akan membantu perusahaan Taiwan melakukan investasi senilai 250 miliar dolar AS di Amerika Serikat, dan pemerintah Taiwan juga akan memanfaatkan jaminan kredit untuk mendukung lembaga keuangan Taiwan memberikan fasilitas kredit bagi perusahaan Taiwan untuk investasi senilai 250 miliar dolar AS di Negeri Paman Sam.
Presiden Lai menjelaskan bahwa tim negosiasi telah mencapai empat target utama. Pertama, tarif resiprokal diturunkan menjadi 15% tanpa penumpukan, setara dengan perlakuan yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada negara-negara dengan defisit perdagangan utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa, memberikan kesempatan bagus bagi industri tradisional Taiwan untuk mengekspor ke AS.
Kedua adalah memperoleh perlakuan paling menguntungkan untuk tarif berdasarkan Pasal 232. Taiwan menjadi negara pertama di dunia yang berhasil mendapatkan persetujuan AS, sehingga perusahaan Taiwan yang berinvestasi di AS dalam sektor semikonduktor atau produk turunan semikonduktor dapat memperoleh pembebasan pajak hingga batas tertentu, dan di luar batas tersebut tetap mendapat tarif yang paling menguntungkan.
Ketiga adalah mendapatkan dukungan AS untuk “Model Taiwan” (Catatan: ini merujuk pada model yang diterapkan pemerintah Taiwan dalam mendorong perusahaan berinvestasi di AS untuk kerja sama rantai pasok, yaitu “perencanaan mandiri oleh perusahaan, pemerintah menyediakan jaminan keuangan (G2G), dan membentuk klaster industri. Inti dari model ini adalah “memperluas rantai pasok (Build)”, bukan “memindahkan industri (Move)”. Dukungan ini mencakup bantuan AS terkait perolehan lahan, infrastruktur air dan listrik, sehingga perusahaan Taiwan yang berinvestasi di AS bisa membentuk klaster. Hal ini akan memperkuat kerja sama antara perusahaan Taiwan dan AS dalam riset, desain, dan akses ke pasar besar, sekaligus memungkinkan industri Taiwan lebih terintegrasi ke struktur ekonomi AS.
Keempat, selain tim nasional Taiwan berinvestasi di AS, AS juga setuju agar tim nasional AS dapat berinvestasi di Taiwan. Presiden Lai meyakini jika kerja sama ekonomi dan perdagangan Taiwan-AS akan menjadi lebih erat.