Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jumlah Miliarder Taiwan Meledak, Kalahkan Prancis dan Jepang!  

17/01/2026 13:00
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Jumlah Miliarder Taiwan Meledak, Kalahkan Prancis dan Jepang! (CNA)
Jumlah Miliarder Taiwan Meledak, Kalahkan Prancis dan Jepang! (CNA)

Sebuah laporan terbaru dari UBS mengungkap sebuah fenomena yang mengejutkan, yaitu jumlah miliarder di Taiwan terus bertambah dan kekayaan mereka tumbuh dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Saat ini, tercatat ada 51 individu di Taiwan dengan kekayaan pribadi melampaui US$1 miliar, menempatkan Taiwan di peringkat ke-10 dunia, bahkan melampaui negara maju seperti Jepang dan Prancis.

Di tengah gemerlapnya pasar properti mewah, di mana sebuah unit apartemen bisa berharga ratusan juta NT$, angka-angka ini melukiskan gambaran yang kontras. Bagi orang biasa, harga tersebut adalah sebuah fantasi.

Namun bagi para miliarder ini, itu hanyalah uang receh. Kekayaan total mereka tercatat meningkat hampir 20% hanya dalam satu tahun, salah satu pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik.

Siapa saja mereka? Nama-nama besar seperti Tsai bersaudara dari Fubon Financial, Barry Lam (林百里) dari Quanta Computer, dan pendiri Foxconn mendominasi daftar tersebut.

Para analis menunjuk industri teknologi tinggi, terutama yang terkait dengan rantai pasok AI, sebagai mesin utama pencetak kekayaan ini.

Namun, di balik kisah sukses ini, tersimpan sebuah kekhawatiran. Para ahli memperingatkan bahwa fenomena ini adalah indikasi kuat dari masyarakat berbentuk huruf M, di mana kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin melebar.

Data menunjukkan bahwa kekayaan 20% keluarga terkaya di Taiwan bisa mencapai 30 kali lipat lebih besar dibandingkan 20% keluarga termiskin.

"Dengan begitu banyaknya orang kaya, berapa banyak pajak yang mereka bayar?" tanya seorang ekonom, menyoroti isu distribusi kekayaan yang tidak merata.

Di saat banyak anak muda merasa putus asa dan memilih menjadi generasi rebahan, para ahli mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan yang berpihak pada masyarakat kelas bawah dan upaya untuk memperkecil jurang kesenjangan kekayaan harus menjadi prioritas utama jika tidak ingin stabilitas sosial terganggu.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解