Menghadapi masalah serius tingginya angka ketidakhadiran dalam ujian SIM sepeda motor, Dirjen Bina Marga Taiwan berencana menerapkan sistem sanksi baru yang lebih tegas. Tahun lalu, tercatat ada 71.000 orang yang telah melakukan reservasi namun tidak hadir atau mangkir, ini adalah angka yang mencengangkan dengan tingkat ketidakhadiran mencapai hampir 25%.
Saat ini, aturan yang berlaku memberikan sanksi penangguhan reservasi selama dua bulan bagi mereka yang mangkir sebanyak tiga kali dalam periode dua bulan. Namun, mekanisme ini dinilai kurang efektif untuk menekan angka ketidakhadiran yang terus meningkat.
Oleh karena itu, sistem baru yang bersifat progresif akan segera diterapkan. Nantinya, sanksi akan diberikan secara bertahap. Mangkir untuk pertama kalinya akan dikenai sanksi penangguhan selama 15 hari. Jika terulang untuk kedua kalinya, masa penangguhan menjadi 30 hari. Dan untuk pelanggaran ketiga, hak reservasi akan dibekukan selama 60 hari.
Selain memperketat sanksi, pemerintah juga memberikan fleksibilitas bagi para pemohon yang serius. Batas waktu reservasi yang sebelumnya ditutup 7 hari sebelum tanggal ujian, kini akan diperpanjang hingga 3 hari sebelum hari-H.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan pembatalan mendadak dan memberikan lebih banyak pilihan waktu bagi masyarakat.
Sistem baru ini, termasuk pembaruan pada mekanisme reservasi dan penghapusan soal tipe Benar-Salah dari ujian tertulis, diperkirakan akan diumumkan dan mulai berlaku sebelum akhir Januari.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi penggunaan kuota ujian dan memastikan hanya pemohon yang benar-benar siap yang mendaftar, sehingga tidak merugikan calon peserta lain.