Sebuah mitos yang telah lama menghantui dapur banyak keluarga akhirnya terbantahkan. Anggapan bahwa mengonsumsi sayur sisa semalam dapat memicu kanker telah membuat banyak orang was-was.
Namun, seorang pakar toksikologi di Taiwan memberikan klarifikasi tegas, yakni bahaya sesungguhnya tidak terletak pada sayuran yang Anda simpan di kulkas, melainkan pada makanan lain yang mungkin sering Anda konsumsi.
Direktur Toksikologi Klinis Rumah Sakit Linkou Chang Gung, Yen Tzung-hai (顏宗海), menjelaskan akar dari kesalahpahaman ini. Memang benar, sayuran, terutama yang ditanam dengan pupuk nitrogen, mengandung nitrat. Jika sayuran ini tidak lagi segar dan terkontaminasi bakteri, nitrat dapat berubah menjadi nitrit. Di dalam saluran cerna, nitrit ini bisa berikatan dan membentuk nitrosamin, senyawa yang diketahui bersifat karsinogenik.
Namun, Dokter Yen Tzung-hai menekankan kata kuncinya adalah tidak segar, bukan sisa semalam. "Sayur sisa semalam hanya berarti kita menyimpannya selama satu malam, tidak berarti sayuran itu tidak segar," tegasnya.
Selama sisa sayuran disimpan dengan benar di lemari es dan dipanaskan kembali secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, risiko pembentukan nitrosamin sangatlah minim.
Lalu, di mana letak bahaya yang sesungguhnya? Dokter Yen Tzung-hai menunjuk pada daging olahan seperti sosis, ham, dan bacon. Produk-produk ini secara sengaja menggunakan nitrit sebagai pengawet. Ketika dimasak dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dipanggang, nitrit dalam daging olahan inilah yang akan menghasilkan nitrosamin dalam jumlah besar, yang berisiko meningkatkan kanker lambung dan usus besar.
"Jadi, apakah sayur sisa semalam akan meningkatkan risiko kanker? Jawabannya tidak," simpul Dokter Yen Tzung-hai.
Daripada khawatir berlebihan terhadap tumis kangkung sisa semalam, ada baiknya Anda lebih bijak dalam mengonsumsi sosis atau ham untuk sarapan.