Sebuah lowongan pekerjaan dari Kuil Hsing Tian Kong di Taipei baru-baru ini menjadi viral dan memicu perbincangan hangat. Tawaran gaji yang bisa mencapai NT$48.000 per bulan, ditambah fasilitas makan tiga kali sehari dan tempat tinggal gratis, membuat banyak netizen berbondong-bondong ingin melamar pekerjaan sebagai staf pelaksana di kuil ternama tersebut.
Unggahan lowongan di media sosial ini sontak dibanjiri komentar. Banyak yang menyatakan minat serius untuk beralih profesi dan mengabdi pada Dewa.
"Saya memutuskan mengabdikan diri pada agama," tulis seorang netizen.
Sementara yang lain berseru, "Saya mau resign! Sepertinya lumayan banget nih!"
Namun, di tengah euforia tersebut, muncul suara-suara yang mengungkap realitas di balik tawaran menggiurkan itu. Beberapa warganet yang mengaku memiliki pengetahuan atau pengalaman kerja di lingkungan kuil menjelaskan bahwa pekerjaan ini jauh dari kata mudah.
Tugasnya tidak hanya administratif, tetapi juga mencakup kewajiban religius seperti membacakan doa dan ramalan (Ciam Si), bekerja dalam sistem shift, serta bersedia dirotasi antara tiga lokasi kuil di Taipei, Beitou, dan Sanxia.
Seorang yang mengaku sebagai mantan karyawan bahkan membeberkan proses rekrutmen yang sangat ketat. Prosesnya meliputi wawancara tiga tahap, kunjungan ke rumah calon karyawan, hingga meminta persetujuan Dewa melalui lemparan koin (Bwa Bwei).
Setelah diterima, masih ada masa pelatihan intensif selama tiga bulan untuk mempelajari berbagai ritual dan konsep keagamaan. Jadwal kerjanya pun sangat menuntut, terkadang harus dimulai sejak pukul 4 pagi.