Banyak dari kita memiliki kebiasaan yang sama, yaitu ketika sabun cair atau sampo di dalam botol hampir habis, kita menambahkan sedikit air dan mengocoknya untuk mendapatkan beberapa tetes terakhir.
Namun, seorang pakar toksikologi memperingatkan bahwa kebiasaan yang dianggap hemat ini adalah sebuah pantangan besar yang justru menciptakan sarang bagi bakteri.
Pakar toksikologi di Taiwan, Tan Dun-ci (譚敦慈), menjelaskan bahwa air yang ditambahkan ke dalam botol sabun akan mengencerkan bahan pengawet yang terkandung di dalamnya. Kondisi lembap ini menjadi lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) bahkan pernah melakukan pengujian dan menemukan jumlah bakteri yang sangat tinggi pada produk pembersih yang telah dicampur air.
Lalu, bagaimana dengan penggunaan kemasan isi ulang (refill) yang lebih ramah lingkungan? Tan Dun-ci juga memberikan tips penting. Jangan langsung menuangkan isi kemasan baru ke dalam botol yang masih memiliki sisa produk lama.
"Pastikan botol dicuci bersih dan dikeringkan secara menyeluruh sebelum diisi ulang," tegasnya. Kelembapan yang tersisa dan campuran produk lama-baru dapat memicu pertumbuhan bakteri.
Untuk keamanan ekstra, ia bahkan menyarankan untuk mendisinfeksi botol kosong dengan menuangkan sedikit alkohol, mengocoknya, lalu membuang alkohol tersebut sebelum mengisi ulang. Ingatlah, meskipun berhemat adalah tindakan yang baik, keamanan dan kesehatan harus selalu menjadi prioritas utama.