Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Cheng Li-chun: Taiwan Jadi Negara Pertama Dunia Peroleh Preferensi Ketentuan Tarif Pasal 232, Dana Jaminan Kredit US$250M

20/01/2026 15:26
Penulis & Editor: Farini Anwar
 Wakil PM Cheng Li-chun hadir dalam “Publikasi hasil negosiasi tarif timbal balik Taiwan-AS”
Wakil PM Cheng Li-chun hadir dalam “Publikasi hasil negosiasi tarif timbal balik Taiwan-AS”

Setelah 9 bulan menjalani negosiasi tarif timbal balik Taiwan-AS, akhirnya telah mencapai kesepakatan, PM Cho Jung-tai, Wakil PM Cheng Li-chun pada hari Selasa ini (20/1) menggelar “Publikasi hasil negosiasi tarif timbal balik Taiwan-AS”. Rombongan dipimpin oleh Wakil PM Cheng Li-chun, dan ia menyampaikan, Taiwan dan pihak AS telah menjalani 6 kali pertemuan tatap muka dan beberapa kali konferensi daring, alhasil telah mencapai beberapa kesepakatan. Pertama, tarif yang dikenakan AS terhadap Taiwan turun menjadi 15% dan tidak bersifat tumpang tindih, ini merupakan perlakuan yang paling disukai (Most Favored Nation/MFN) diantara negara-negara mengalami defisit perdagangan utama AS, tarif pajak juga selaras dengan perlakuan pajak AS terhadap Uni Eropa, Jepang dan Korea Selatan.

 

Kedua, AS juga berkomitmen untuk memberikan Taiwan perlakuan MFN berdasarkan peraturan pasal 232 tentang semikonduktor dan produk perluasan terkait. Wakil PM Cheng Li-chun menekankan, Taiwan adalah “yang pertama di dunia” mendapat akses prioritas untuk semikonduktor dan produk perluasannya berkemungkinan mendapat kuota bebas tarif di masa mendatang dan perlakuan MFN ekstra.

 

Cheng Li -chun menjelaskan, ketentuan tarif pasal 232 tentang semikonduktor dan perluasan produknya merupakan pembahasan yang berorientasi masa depan, meskipun pada tahap ke-2, tarif AS belum secara resmi diterbitkan, Taiwan telah "memperoleh perlakuan preferensial”, termasuk bebas bea dalam kuota, dengan kata lain “tarif nol”, untuk kuota ekstra mendapat perlakuan tarif preferensial 15%.

 

Wakil PM Cheng Li-chun mengatakan, “Kami memastikan pihak AS memberikan perlakuan MFN kepada kita untuk kuota cakupan bebas bea, dan tarif preferensial untuk kuota ekstra. Jika pada saat bersamaan, tarif preferensial kurang dari 15%, kami juga akan mencantumkannya dalam kausal, pemberlakuan tarif yang lebih rendah terhadap Taiwan. Maka kami beranggapan hasil kesepakatan ini sangat penting untuk daya saing ekspor industri semikonduktor dan produk perluasannya bagi Taiwan di masa mendatang, yang dimanfaatkan untuk mengatasi ketidakstabilan, menjamin tarif berdasarkan pasal 232, Taiwan bisa menikmati perlakuan yang paling menguntungkan.”

 

Lebih lanjut, tim negosiasi kami juga mengusung “model Taiwan” kepada AS, selain investasi langsung bernilai US$250 milyar, pemerintah juga akan memberikan jaminan kredit sebesar US$250 milyar. Berkaitan dengan mekanisme jaminan kredit sebesar US$250 miliar, Wakil PM Cheng Li-chun memprakirakan bahwa, jika rasio jaminan untuk produsen teknologi tinggi ditetapkan sekitar 15-20 kali, dana jaminan kredit, maka skala dana jaminan dapat mencapai US$6,25 miliar dan US$10 miliar, dan direncanakan pengalokasiannya dilakukan dalam 5 tahap.

 

Sehubungan dengan hal ini, PM Cho Jung-tai mengatakan, jika putusan tersebut tidak menguntungkan, sedikit banyak akan memberikan dampak, namum AS juga melakukan penyesuaian, mencantumkan banyak barang disesuaikan dengan tarif Pasal 232. 

 

PM Cho Jung-tai mengatakan, “Akan tetapi, berdasarkan Pasal 232, kita telah memperoleh penyesuaian, kami beranggapan ini merupakan jaminan bagi negara-negara dengan surplus perdagangan dengan AS, maka kami berpikir ini termasuk pukulan, akan tetapi harus menunggu sampai putusan tersebut dipastikan, kami baru dapat melakukan negosiasi lanjutan atau tindakan tanggapan lainnya.”

 

Wakil PM Cheng Li-chun mengatakan, pihaknya telah memasukkan segala kemungkinan tarif baru disesuaikan dengan ketentuan pasal 232 dalam pembahasan, dan menetapkan membentuk mekanisme negosiasi MFN berkelanjutan, selanjutnya akan memantau seksama dinamika dan tindak lanjut AS, di tengah berbagai ketidakpastian, Taiwan berhasil memperoleh perlakuan preferensial tertinggi.

 

Wakil PM Cheng Li-chun juga menekankan, masih ada "langkah terakhir" dalam negosiasi, beberapa minggu kemudian, Taiwan-Kantor Perwakilan Dagang AS akan menandatangani "Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Taiwan-AS (ART)", mencakup "investasi bilateral Taiwan-AS”, dan negosiasi tarif Taiwan-AS dianggap selesai setelah penandatanganan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解