Menyikapi tingginya angka kecelakaan lalu lintas fatal dan lebih dari 6.000 kasus pelanggaran tahun lalu, Kepolisian Kota New Taipei meluncurkan operasi penegakan hukum berskala besar. Operasi yang menargetkan pengemudi di bawah pengaruh alkohol dan narkoba ini akan berlangsung intensif selama 45 hari, mulai 20 Januari hingga 5 Maret 2026.
Langkah tegas ini diambil atas instruksi langsung Wali Kota Hou Yu-ih (侯友宜), yang menekankan bahwa mengemudi di bawah pengaruh narkoba sama berbahayanya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Keduanya terbukti menurunkan kemampuan menilai dan reaksi pengemudi, menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik. Statistik menunjukkan, hanya dalam 42 hari terakhir, polisi telah menindak 832 kasus pengemudi di bawah pengaruh narkoba.
Operasi ini akan mengerahkan seluruh kekuatan kepolisian kota dengan strategi gabungan, meliputi pendirian titik pemeriksaan di lokasi-lokasi strategis dan patroli keliling yang menyasar area rawan. Polisi juga akan memaksimalkan penggunaan teknologi, seperti alat tes cepat air liur, untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan penindakan.
Penegakan hukum akan difokuskan pada waktu dan lokasi berisiko tinggi, seperti kawasan kuliner dan hiburan malam, serta jalan-jalan penghubung antar kota, terutama selama periode pertemuan akhir tahun (尾牙weiya) dan awal tahun (春酒chunjiu).
Pihak kepolisian menegaskan sikap tanpa toleransi dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengemudi setelah mengonsumsi alkohol, serta memanfaatkan alternatif transportasi yang tersedia.