Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dengan Eropa telah memicu perburuan aset safe haven, mendorong harga emas dan perak ke level rekor tertinggi. Fenomena ini terlihat jelas di Hong Kong, di mana warga berbondong-bondong menyerbu toko emas untuk memborong perak batangan, menciptakan antrean panjang bahkan sebelum toko buka.
Di Toko Emas Lee Cheong, sebuah toko tua di kawasan Sheung Wan, pemandangan antrean puluhan orang sudah menjadi hal biasa dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin pagi kemarin (19/1), sekitar 200 batang perak ludes terjual hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Tingginya permintaan memaksa pihak toko untuk memberlakukan pembatasan pembelian, yakni maksimal lima batang per orang.
Seorang warga yang datang dari distrik lain sejak pukul 7 pagi mengaku optimis dengan prospek perak. "Perak naiknya lebih gila daripada emas," ujarnya, setelah berhasil membeli beberapa batang.
Ia bahkan sudah merasakan keuntungan dari pembelian bulan lalu, dan berencana untuk menyimpannya beberapa tahun lagi.
Fenomena ini juga menunjukkan strategi para investor. Seorang wanita yang datang untuk ketiga kalinya bahkan membawa serta dua asisten rumah tangganya (ART) untuk memaksimalkan kuota pembelian.
"Ada berapa beli semua," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah cukup banyak berinvestasi emas dan kini melihat potensi kenaikan harga perak yang lebih besar, terutama karena peran penting perak dalam industri teknologi baru seperti cip kecerdasan buatan (AI).