Liburan yang seharusnya menjadi momen relaksasi seringkali berubah menjadi sumber stres akibat ketidakcocokan dengan teman seperjalanan. Sebuah analisis data media sosial oleh Social Lab selama enam bulan terakhir berhasil memetakan delapan perilaku teman perjalanan yang paling sering dikeluhkan oleh warganet.
Di peringkat teratas adalah teman perjalanan dengan sikap buruk. Keluhan yang terus-menerus, sifat pemalas, dan kritik terhadap setiap rencana perjalanan menjadi pemicu utama kekesalan. Warganet sepakat bahwa tidak ada yang lebih merusak suasana liburan selain teman yang pesimis dan mudah tidak sabar.
Peringkat kedua ditempati oleh teman yang tidak ikut serta dalam persiapan. Perilaku ini mencakup sikap pasif mulai dari pemesanan tiket, pencarian akomodasi, hingga penyusunan rencana perjalanan. Banyak warganet frustrasi dengan teman yang hanya ingin terima beres dan seringkali tidak memahami situasi saat perjalanan berlangsung.
Selanjutnya, kebiasaan hidup yang tidak cocok menjadi sumber konflik yang umum. Perbedaan jam tidur, kebiasaan mendengkur atau menggemeretakkan gigi saat berbagi kamar, menjadi masalah yang sulit disesuaikan dan dapat mengganggu waktu istirahat.
Perilaku lain yang juga banyak diperbincangkan meliputi konsep waktu yang buruk seperti sering terlambat, hanya ingin berdiam di kamar, serta perbedaan pola konsumsi atau cara membelanjakan uang. Analisis ini menyimpulkan bahwa komunikasi terbuka mengenai ekspektasi, anggaran, dan pembagian tugas sebelum berangkat adalah kunci untuk menghindari gesekan dan memastikan perjalanan yang menyenangkan.

Foto: Social Lab