(Taiwan, ROC) – Menanggapi pernyataan dari Direktur Insitut Amerika di Taiwan (AIT), Raymond F. Greene saat menyampaikan pidato dalam forum diskusi Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional (INDSR) yang bertajuk “Memperkuat Investasi Pertahanan dan Pembangunan Nasional Secara Menyeluruh” pada Kamis (22/1), dirinya menegaskan bahwa “Kebebasan tidaklah gratis” serta menyatakan jika Amerika Serikat (AS) hanya dapat memberikan bantuan sejauh sekutu mampu berupaya dan menolong diri sendiri, AS tidak bisa dan tidak seharusnya menanggung beban ini seorang diri, serta menyatakan dukungan terhadap anggaran khusus pembelian alutsista senilai NT$1,25 triliun.
Kantor Kepresidenan Taiwan pada Kamis (22/1) malam menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil Rapat Keenam Komite Penanggulangan Perubahan Iklim. Dalam sesi tanya jawab dengan media, Juru Bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Karen Kuo (郭雅慧) menanggapi isu rancangan undang-undang anggaran khusus pertahanan yang hingga kini masih terhambat di Yuan Legislatif. Kuo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian Raymond F. Greene terhadap upaya penguatan kemampuan pertahanan mandiri Taiwan.
Jubir Karen Kuo (郭雅慧) menunjukkan bahwa di tengah situasi keamanan kawasan, negara-negara di berbagai belahan dunia, tanpa memandang perbedaan partai politik tengah bersama-sama berupaya memperkuat kemampuan pertahanan diri masing-masing. Taiwan, yang berada di garis depan rantai pulau pertama, otomatis juga harus memikul tanggung jawab tersebut.
Karen Kuo (郭雅慧) juga menghimbau Yuan Legislatif untuk bersatu dan memanfaatkan sisa waktu pada masa sidang ini untuk segera membawa rancangan undang-undang khusus pertahanan serta anggaran pendapatan dan belanja pemerintah pusat ke tahap pembahasan. Dirinya menyebut hal-hal tersebut sangat krusial, sembari berharap Taiwan dapat terus melangkah maju tanpa terjebak dalam konflik internal, serta bersama-sama menjaga sistem demokrasi.