Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Ceko Markéta Pekarová Adamová saat ini sedang melakukan kunjungan ke Taiwan, dan menerima wawancara khusus acara Radio Taiwan Internasional hari ini (23/1). Dalam pertemuannya dengan Presiden RTI Cheryl Lai (賴秀如), ia mengangkat isu pentingnya media publik bagi demokrasi dan tantangan yang mereka hadapi dalam konteks internasional saat ini, khususnya dalam hal informasi palsu.
Mengacu pada fakta bahwa Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim (蕭美琴) diikuti oleh agen diplomatik militer Tiongkok selama kunjungannya ke Praha pada Maret 2024, Markéta Pekarová Adamová menekankan bahwa ini adalah “ancaman hibrida”, suatu bentuk peperangan unik yang dilakukan oleh Tiongkok dan Rusia dengan berbagai cara. Ia juga menghimbau untuk tidak meremehkan kerja sama antara Tiongkok dan Rusia, mengingat Tiongkok terus memantau situasi di Ukraina dengan cermat.
Markéta Pekarová Adamová yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta menyampaikan, Taiwan dan Ceko telah sering melakukan kerja sama dalam bidang ekonomi perdagangan, investasi, pendidikan dan budaya serta bidang lainnya, tetapi tidak sedikit peluang kerja sama di bidang pertahanan negara, dan perusahaan swasta Ceko memiliki keunggulan dalam teknologi pertahanan seperti drone, untuk itu ia berharap dapat meningkatkan kerja sama di bidang ini.
Setelah meninggalkan ajang politik, Mantan Ketua DPR Ceko Markéta Pekarová Adamová bergabung sebagai seorang konsultan strategi di sebuah perusahaan konsultan swasta, dalam wawancara di acara “Beyond the Reefs” Rti, ia menyampaikan bahwa tugas utamanya sekarang ini adalah membantu klien perusahaan untuk menjalin hubungan akrab dengan negara-negara Asia seperti Taiwan, Singapura, Korea dan lainnya.
Oleh karena itu, ketika membicarakan hubungan Taiwan dan Ceko, meskipun kedua belah pihak telah mendorong banyak kerja sama substatif dan menandatangani 11 nota kesepahaman dan pernyataan kerja sama sejak ia mengunjungi Taiwan 3 tahun yang lalu, tetapi Markéta Pekarová Adamová beranggapan masih ada ruang untuk mengembangkan hubungan Taiwan dan Ceko. Ia menyebut industri pertahanan negara dan menyampaikan, karena Ceko adalah negara industri terbesar kedua di Uni Eropa, memproduksi satelit, drone, amunisi dan produk lainnya, sehingga ia berharap agar perusahaan Ceko tersebut dapat menjalin hubungan dengan Taiwan, menghadirkan peluang kerja sama baru di bidang pertahanan sipil antara Taiwan dan Ceko.