Menyusul insiden terbakarnya sebuah pengisi daya portabel (power bank) di salah satu kereta, Perusahaan MRT Taipei mengeluarkan imbauan keamanan baru bagi seluruh penumpang. Mulai hari ini (23/1), penumpang diminta untuk tidak menggunakan power bank di dalam area stasiun dan menyimpannya dengan baik selama perjalanan. Langkah preventif ini diambil untuk menjaga keselamatan publik dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Kepala Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja MRT Taipei, Lin Rong-hui, menyatakan bahwa meskipun power bank telah menjadi perangkat esensial, risikonya tidak dapat diabaikan. Insiden di Jalur Bannan beberapa waktu lalu telah menimbulkan kekhawatiran penumpang dan mengganggu operasional. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat telah terjadi lima insiden serupa di lingkungan MRT Taipei.
Foto: MRT Taipei
Sebagai langkah antisipasi, seluruh 117 stasiun kini telah dilengkapi dengan alat tanggap darurat khusus, yang terdiri dari ember besi, penjepit, sarung tangan tahan panas, dan air kemasan. Perangkat ini disiapkan agar petugas dapat melakukan penanganan pertama sesuai prosedur pemadam kebakaran, yaitu merendam power bank yang bermasalah untuk mendinginkannya dengan cepat.
Meskipun saat ini belum ada dasar hukum untuk memberikan sanksi denda bagi pengguna power bank, pihak MRT menegaskan bahwa jika terjadi insiden yang membahayakan keselamatan publik, maka pelaku dapat dituntut secara hukum dan diminta ganti rugi. MRT Taipei juga berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali Undang-Undang Transportasi Massal untuk mengakomodasi regulasi terkait perangkat ini.