Dengan disaksikan oleh penonton di lokasi dan di depan layar televisi atau monitor gadget yang menahan napas dan berseru kagum, pendaki tebing legendaris Amerika Serikat Alex Honnold, dengan tangan kosong berhasil mendaki Gedung Taipei 101 yang berketinggian 508 meter. Dengan waktu sekitar 1,5 jam, Alex Honnold tanpa mengenakan peralatan keselamatan apapun berhasil mencapai puncak, mengores rekor baru dalam sejarah pendakian manusia, aksi pendakian Gedung Taipei 101 ini juga ditayangkan langsung secara keseluruhan di Neflix, membuat Taiwan menjadi pusat perhatian olahraga ekstrim dunia.
Alex Honnold yang pada awalnya menjadwalkan untuk mendaki Gedung Taipei 101 dengan kosong kemarin (24/1) tetapi karena cuaca kurng mendukung sehingga menunda hingga pagi hari ini (25/1) tadi pukul 9, pendakian ini sekaligus disiarkan langsung oleh Netflix secara global. Sekitar Gedung Taipei 101 telah padati dengan orang baik dari dalam maupun luar negeri, ada yang membawa teleskop dan lensa telefoto membidik momen sejarah, ada juga yang mengelar tiker dan duduk untuk dapat menyaksikan dari dekat pendakian bersejarah.
Saat Alex Honnold yang mengenakan kaos warna merah muncul, langsung terdengar teriakan dan tepuk tangan meriah, ia pun tersenyum dan melambaikan tangan ke arah penonton. Sekitar pulu 9.10 pagi tadi, Alex Honnold secara resmi memulai pendakian Gedung Taipei 101, selama berlangsung ia terlihat tenang, menunjukkan keprofesionalan seorang pendaki bebas kelas dunia.
Pada setiap tahapan gedung, Alex Honnold selalu tidak lupa mengarah ke penonton sambil melambaikan tangan, disambut dengan seruan penyemangat dari masyarakat yang hadir. Durasi waktu mendaki lebih cepat dari yang diperkirakan, sebenarnya diperkirakan akan menghabiskan waktu 2 jam, tetapi Alex Honnold berhasil sampai ke puncak tertinggi Gednung Taipei 101 pada sekitar pukul 10.43, berhasil menaiki penangkal petir Gedung Taipei 101, mencatat sejarah waktu 1 jam 33 menit.
Melalui siaran langsung Netflix, istri dari Alex Honnold tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya, dan mengatakan, mendaki Gedung Taipei 101 dengan tangan kosong merupakan impian Alex Honnold, sekarang mimpi ini menjadi kenyataan, sangat senang ia dapat berdiri di puncak dunia.
Kebanyakan dari mereka yang menyaksikan keseluruhan berlangsungnya pendakian ini menarik napas tegang sambil sesekali bersaru, “mengerikan”, “luar biasa”, ada pula yang menyerukan “cepat sekali mendakiay”. Terakhir ketia Alex Honnold berhasil mencapai puncak dan menyelesaikan misinya, terdengar sorakan dan tepuk tangan diiringi dengan menarik napas lega dari para penonton.
“Pendakian Tangan Kosong Gedung Taipei 101” dianggap sebagai kegiatan Free Solo perkotaan dengan skala terbesar dalam sejarah. Alex Honnold memilih Gedung Taipei 101, selain hanya sedikitnya struktur bangunan yang bisa didaki, juga karena sangat jarang untuk mendapatkan izin resmi dari pihak bersangkutan, untuk itu ia memanfaatkan kesempatan langka ini. Pendakian yang tidak disertai dengan tali atau pelindung keselamatan, hanya membawa tas bedak kecil, earphone, mengenakan celana panjang dengan kaos serta sepatu khusus pendakian.
Chairperson Gedung Taipei 101, Jia Yong-jie (賈永婕) juga berkali-kali menegaskan, pendakian tangan kosong tidak boleh sembarangan, harus melakukan latihan intensif dalam jangka panjang, mengevaluasi risiko dan pengawasan yang sangat profesional, dan berharap dunia luar memandang olahraga ekstrim internasional ini dari sudut pandang yang lebih dewasa.