Sebuah kebijakan yang baru seumur jagung dari MRT Taipei terkait penggunaan pengisi daya portabel (power bank) harus ditarik ulang hanya dalam waktu 24 jam setelah memicu badai kritik dari publik dan anggota dewan kota.
Kebijakan yang semula diumumkan pada hari Jumat (23/1) sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan penumpang, sontak menuai kecaman luas karena dinilai berlebihan dan tidak praktis.
Menghadapi gelombang protes tersebut, manajemen MRT Taipei dengan cepat menggelar konferensi pers darurat pada Sabtu (24/1) malam untuk mengklarifikasi posisinya, mengubah narasi dari larangan menjadi imbauan kesadaran, seraya menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang telah ditimbulkan.
Polemik ini bermula ketika MRT Taipei, merespons serangkaian insiden terbakarnya power bank baik di dalam maupun luar negeri, mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai mengimbau penumpang untuk tidak menggunakan perangkat tersebut saat berada di dalam sistem MRT.
Pernyataan awal menyebutkan bahwa staf di lapangan akan secara aktif memberikan nasihat dan meminta penumpang untuk menghentikan penggunaan.
Namun, begitu diumumkan, kebijakan ini langsung menyulut api kemarahan publik di media sosial dan forum daring. Kritik tajam datang dari berbagai penjuru, menuding langkah tersebut sebagai reaksi berlebihan.
Para komuter merasa bahwa kebijakan tersebut akan sangat merepotkan, mengingat ketergantungan masyarakat modern pada gawai dan kebutuhan untuk mengisi daya saat bepergian. Tekanan semakin meningkat setelah sejumlah anggota Dewan Kota Taipei dari berbagai faksi politik turut menyuarakan keraguan dan ketidaksetujuan mereka, mempertanyakan dasar hukum dan efektivitas dari kebijakan tersebut.
Dalam sebuah langkah cepat untuk meredam kontroversi yang semakin memanas, MRT Taipei mengubah total narasinya. Dalam konferensi pers darurat, perwakilan perusahaan mengakui bahwa saat ini tidak ada landasan hukum yang memungkinkan mereka untuk melarang atau menghentikan penggunaan power bank secara paksa.
Oleh karena itu, ditegaskan bahwa staf tidak akan lagi menghentikan penumpang, melainkan fokus pada edukasi. Tujuan utama dari pengumuman tersebut, menurut klarifikasi terbaru, adalah untuk membangkitkan kesadaran publik akan potensi bahaya yang ada dan mengimbau masyarakat agar, jika memungkinkan, menghindari penggunaan power bank di lingkungan stasiun dan kereta yang padat.
"Terkait pernyataan sebelumnya yang mungkin telah menyebabkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus," ujar juru bicara MRT Taipei.
Sebagai gantinya, MRT Taipei menegaskan bahwa mereka akan lebih memperkuat kapabilitas tanggap darurat. Seluruh 117 stasiun di semua jalur kini telah dilengkapi dengan perangkat penanganan insiden kebakaran portabel, yang terdiri dari ember besi, penjepit panjang, sarung tangan tahan panas, dan air kemasan.
Personel di lapangan juga akan terus menerima pelatihan intensif mengenai prosedur penanganan darurat sesuai dengan rekomendasi dari dinas pemadam kebakaran, memastikan respons yang cepat dan tepat jika terjadi insiden power bank berasap atau terbakar.