Ditjen Pariwisata Kementerian Transportasi pada tanggal 26 Januari mengumumkan jumlah orang yang keluar negeri selama tahun 2025 hampir mencapai 19 juta orang kali, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2024 meningkat sekitar 12%, mencatat rekor tertinggi baru dalam sejarah. Sementara wisatawan manca negara yang datang ke Taiwan lebih dari 8,5 juta orang kali, angka ini mengalami peningkatan sebesar 9% dibandingkan dengan tahun 2024.
Ditjen Pariwisata Kementerian Transportasi pada tanggal 26 Januari malam mengumumkan secara online statistik tahunan wisatawan keluar dan masuk Taiwan. Berdasarkan data statistik terbaru, jumlah wisatawan yang keluar negeri selama tahun kemarin yaitu tahun 2025 mencapai 18.944.436 meningkat 12,43% dibandingkan dengan tahun 2024, merupakan rekor tertinggi baru dalam sejarah, destinasi terpopuler adalah Jepang diikuti dengan Tiongkok, sedangkan Hongkong menempati urutan ketiga.
Untuk jumlah wisatawan yang masuk ke Taiwan berdasarkan data statistic terbaru sebanyak 8.574.547 orang, meningkat 9% dibandingkan tahun 2024, dengan yang paling banyak adalah wisatawan dari Hongkong, Macau dan Korea menempati urutan ketiga.
Defisit dari wisatawan yang keluar dan yang masuk sebesar 10.369.889 dan jika dirata-ratakan pengeluaran selama di Taiwan pada tahun 2024 sebesar US$1.276 (sekitar NT$40.106) sementara pengeluaran wisatawan Taiwan ke luar negeri dengan kisaran NT$55.541 per orang per kali, sehingga perkiraan defisit mencapai N$700 milyar lebih.
Ditjen Pariwisata mengemukakan, penyebab utama besarnya selisih wisatawan keluar dan masuk tahun lalu adalah karena daya tarik kurs valuta asing, dipulihkan kembali penerbangan dan pelayaran, geopolitik dan juga perluasan fasilitas visa untuk menarik wisatawan, sehingga selisih wisatawan keluar dan masuk untuk pasar Jepang, Tiongkok, Hongkong dan lainnya menjadi lebih besar, sementara itu pasar Taiwan sendiri memang sejak tahun 1990 sudah berbentuk ke luar negeri lebih besar dari pada masuk ke Taiwan.