Di tengah cuaca dingin yang menusuk, para orang tua diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pakaian hangat bagi anak-anak mereka. Dokter spesialis anak, Yen Chun-yu (顏俊宇), baru-baru ini menyoroti sebuah fenomena yang kerap ia temui di ruang praktiknya, yakni kemunculan ruam merah misterius pada tubuh anak-anak.
Setelah ditelusuri, penyebabnya ternyata adalah pakaian berlapis bulu (fleece) yang populer digunakan untuk menghangatkan tubuh.
Dokter Yen Chun-yu memperingatkan bahwa bahan ini, meskipun efektif menahan panas, tetapi dapat menjadi pemicu masalah kulit serius bagi anak-anak dengan kulit sensitif.
Dokter Yen Chun-yu menjelaskan ada dua bahaya utama yang mengintai di balik pakaian fleece. Pertama, serat sintetis pada bahan fleece cenderung kasar dan dapat menyebabkan iritasi fisik saat bersentuhan langsung dengan kulit, yang pada akhirnya memicu dermatitis kontak.
Kedua, meskipun sangat hangat, bahan ini memiliki sirkulasi udara yang buruk. Ketika anak-anak aktif bergerak dan berkeringat, keringat akan terperangkap di dalam, menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk memicu biang keringat atau bahkan memperburuk kondisi urtikaria (biduran).
Sebagai solusi, Dokter Yen Chun-yu sangat merekomendasikan penerapan metode berpakaian bawang bombai dengan prinsip utama, yaitu lapisan terdalam yang bersentuhan langsung dengan kulit harus terbuat dari katun murni. Bahan katun dinilai ramah di kulit dan memiliki daya serap keringat yang baik, sehingga berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Pakaian fleece atau sweter tebal kemudian dapat dikenakan sebagai lapisan tengah atau luar untuk memberikan kehangatan tanpa mengiritasi kulit.
Jika ruam sudah terlanjur muncul, disarankan untuk mandi dengan air suam-suam kuku, mengurangi penggunaan sabun, dan segera mengoleskan losion pada kulit yang masih setengah basah untuk mengunci kelembapan dan membantu proses perbaikan pelindung kulit.