Sebuah peternakan ayam di Distrik Fengyuan, Kota Taichung terdiagnosa dengan virus flu burung (avian influenza). Presideng Lai Ching-te (賴清德) saat berkunjung ke Kuil Songzhu, Taichung hari Kamis ini (29/1) mengatakan, pemerintah pusat tidak akan ragu untuk membantu Pemerintah Kota Taichung dalam menghadapi berbagai kesulitan. Presiden juga menyampaikan kembali seruannya kepada partai oposisi untuk mempercepat pengesahan "Undang-Undang Anggaran Pertahanan Nasional Khusus" dan anggaran umum pemerintah pusat, agar negara dapat lebih aman, ekonomi dapat berkembang lebih lanjut, dan pelayanan masyarakat semakin baik.
Presiden Lai Ching-te berkunjung ke Kuil Songzhu di Taichung pada 29 Januari, berdoa mengharapkan berkat ilahi untuk perdamaian dan kesejahteraan Taiwan, cuaca yang baik, terhindarnya bencana sepanjang tahun.
Presiden juga menyatakan, tahun lalu Taiwan mengalami taifun Danas dan Ragasa serta meluapnya danau gempa dan longsor di Hualien yang menyebabkan korban jiwa. Beliau berterima kasih ratusan ribu “pahlawan sekop” dari seluruh Taiwan yang pergi ke Hualien untuk membantu. Selain itu, Kota Taichung mengalami wabah demam babi Afrtika di tahun lalu, kini Fengyuan melaporkan adanya wabah flu burung. Beliau menekankan, jika ada wilayah yang menghadapi kesulitan, pemerintah pusat akan selalu berada di garis depan untuk memberikan bantuan, meminta masyarakat mendorong dan mendukung tim Yuan Eksekutif yang senantiasa "dapat membantu”. Presiden Lai berkata, “tahun lalu, selama taifun di Taiwan selatan, Perdana Menteri Cho Jung-tai memimpin timnya ke garis depan. Hal yang sama berlaku untuk bencana di Hualien. Pemerintah pusat juga berada di garis depan terkait demam babi Afrika di Taichung. Oleh karena itu, jika diperlukan, pemerintah pusat pasti tidak akan ragu untuk membantu Pemerintah Kota Taichung dalam mengatasi berbagai kesulitan terkait flu burung. Kami memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri Cho Jung-tai dan timnya, sebuah tim yang benar-benar mampu bekerja."
Presiden kemudian menjelaskan kepada masyarakat lokal mengenai berbagai kebijakan nasional yang telah dipromosikan pemerintah baru-baru ini. Beliau menyatakan bahwa pemerintah secara aktif mendorong perekonomian, dan baru-baru ini menyelesaikan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat, mencapai hasil seperti tarif non-kumulatif 15%, yang telah sangat meningkatkan kepercayaan industri. Hal ini disebabkan oleh kerja keras dan dedikasi tim negosiasi, serta kekuatan industri teknologi Taiwan, yang telah menjadi dukungan kuat bagi tim negosiasi.
Selain itu, Presiden Lai juga menyampaikan, pemerintah aktif mempromosikan kebijakan-kebijakan seperti peningkatan subsidi penitipan anak, subsidi biaya pendidikan, Program Perawatan Jangka Panjang 3.0, dan pemotongan pajak. Tingkat pengangguran saat ini berada pada level terendah dalam 25 tahun, dan ekonomi Taiwan berkinerja cemerlang. Beliau mendesak perusahaan-perusahaan untuk menaikkan upah bagi karyawan mereka agar masyarakat dapat hidup lebih baik.
Namun demikian, Presiden juga menyampaikan, Taiwan telah mengumpulkan prestasi ekonomi yang substansial, dan pemerintah bertujuan untuk membuat negara lebih aman guna melindungi pembangunan ekonomi Taiwan serta kehidupan dan harta benda rakyatnya. Oleh karena itu, pertahanan nasional sangat penting. Beliau mengindikasikan bahwa pemerintah sedang mempromosikan "Anggaran Pertahanan Nasional Khusus," dengan alokasi yang direncanakan sebesar NT$1,25 triliun selama delapan tahun untuk membangun "T-Dome", mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam sistem pertahanan, dan mendorong kemandirian industri pertahanan, anggaran ini bertujuan untuk melindungi negara, menjaga rakyat, dan memastikan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan. Ia berharap partai oposisi akan mendukungnya dan agar "Undang-Undang Anggaran Pertahanan Nasional Khusus" dan anggaran umum pemerintah pusat dapat disahkan di Yuan Legislatif sesegera mungkin, sehingga negara dapat lebih aman, ekonomi dapat berkembang lebih pesat, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan optimal.