Sebuah perubahan signifikan pada kondisi cuaca tengah berlangsung di Taiwan. Sabtu hari ini (31/1), pergerakan massa udara dingin dari utara secara bertahap menurunkan suhu di seluruh wilayah, dengan dampak paling terasa di bagian utara Taiwan yang akan mengalami cuaca basah dan dingin menjelang malam. Suhu terendah di beberapa dataran rendah diprediksi dapat anjlok hingga level 12C.
Pakar klimatologi, Wu Der-rong (吳德榮), dalam analisisnya menjelaskan bahwa lapisan awan tebal yang menyelimuti Taiwan telah membawa hujan rintik-rintik sporadis. Suhu akan terus menurun seiring berjalannya hari. Puncak dari gelombang udara dingin ini diperkirakan akan terjadi mulai Minggu besok (1/2) hingga Selasa mendatang (3/2), di mana wilayah utara Taiwan akan merasakan dingin sepanjang hari, sementara wilayah lain akan mengalami suhu dingin pada pagi dan malam hari.
Selama periode ini, suhu terendah di dataran rendah pulau Taiwan berpotensi menyentuh 11C, dan pegunungan dengan ketinggian di atas 3.000 meter memiliki peluang untuk turun salju.
Setelah periode dingin ini, cuaca diperkirakan akan membaik dan menghangat sejenak pada hari Rabu mendatang (4/2). Namun, kehangatan ini tidak akan bertahan lama. Wu Der-rong mengingatkan bahwa meskipun massa udara dingin melemah, pendinginan radiasi pada malam hari dapat menyebabkan suhu di beberapa dataran rendah turun di bawah 10C.
Perhatian khusus tertuju pada akhir pekan depan. Model prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi kedatangan gelombang udara dingin lain yang sangat kuat antara tanggal 7 hingga 9 Februari. Namun, Wu Der-rong menekankan bahwa masih terdapat ketidakpastian yang signifikan.
Model prediksi Eropa dan Amerika menunjukkan perbedaan dalam simulasi intensitas kekuatan gelombang dingin tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.