Dinas Kesehatan Kota Taipei mengonfirmasi kasus pertama infeksi Hantavirus di dalam negeri untuk tahun ini, yang berakhir dengan kematian pasien. Korban adalah seorang pria berusia 70-an tahun yang tinggal di Distrik Da'an, yang meninggal dunia hanya dalam waktu delapan hari setelah menunjukkan gejala awal.
Menurut kronologi yang dirilis, pasien pertama kali mengalami gejala batuk, sesak napas, dan tekanan darah rendah pada 6 Januari 2026. Kondisinya memburuk dengan cepat, disertai gejala pencernaan, menggigil, dan demam pada 8 Januari 2026, yang mengharuskannya dirawat di unit perawatan intensif (ICU).
Pasien akhirnya meninggal dunia pada 13 Januari 2026 akibat sepsis yang disertai kegagalan multi-organ dan pneumonia. Penyelidikan epidemiologi mengungkapkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat perjalanan dan aktivitasnya terpusat di sekitar kediamannya, di mana tikus dilaporkan sering muncul.
Menindaklanjuti kasus ini, Dinas Kesehatan dan Dinas Perlindungan Lingkungan segera melakukan serangkaian tindakan mitigasi. Pada 23 Januari 2026, tim gabungan melakukan penangkapan tikus di sekitar rumah pasien untuk identifikasi sumber infeksi, serta melakukan disinfeksi lingkungan.
Hasil tes pada 29 Januari 2026 mengonfirmasi bahwa tikus yang ditangkap di area tersebut positif membawa Hantavirus. Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien telah diperiksa dan hasilnya dinyatakan negatif.
Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia, terutama melalui penghirupan udara yang terkontaminasi oleh kotoran atau sekresi tikus.
Menjelang aktivitas bersih-bersih Tahun Baru Imlek, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker dan sarung tangan, serta menggunakan larutan pemutih yang diencerkan untuk mendisinfeksi area yang berpotensi terkontaminasi jejak tikus.
Pencegahan utama adalah dengan menerapkan strategi 3 Tidak, yaitu Tidak membiarkan tikus masuk, Tidak membiarkan tikus bersarang, dan Tidak membiarkan tikus makan, dengan menjaga kebersihan dan menutup akses serta sumber makanan bagi hewan pengerat.