Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Emas dan Perak Anjlok Tajam! Nominasi Kevin Warsh Sebagai Ketua The Fed Picu Guncangan Pasar  

01/02/2026 18:17
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Emas dan Perak Anjlok Tajam! Nominasi Kevin Warsh Sebagai Ketua The Fed Picu Guncangan Pasar (Jingming Pan/Unsplash)
Emas dan Perak Anjlok Tajam! Nominasi Kevin Warsh Sebagai Ketua The Fed Picu Guncangan Pasar (Jingming Pan/Unsplash)

Pasar keuangan global mengalami guncangan signifikan setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve yang dikenal memiliki pandangan hawkish (pendukung kebijakan moneter ketat), sebagai calon Ketua The Fed yang baru. Nominasi ini secara instan mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS, memicu penguatan tajam Dolar AS dan menyebabkan aksi jual masif di pasar logam mulia.

Harga emas dan perak, yang sebelumnya terus mencetak rekor kenaikan, anjlok drastis pada penutupan perdagangan tanggal 30 Januari 2026. Harga emas spot di New York jatuh 8,9% ke level US$ 4.894,23 per ons, setelah sempat mengalami penurunan intraday lebih dari 12%, yang merupakan penurunan harian terdalam sejak awal 1980-an.

Pasar perak bahkan mengalami kejatuhan yang lebih parah, dengan harga runtuh 36% selama sesi perdagangan sebelum ditutup dengan penurunan 26% di level US$ 85,2 per ons.

Analis pasar menilai bahwa reputasi Kevin Warsh sebagai figur yang kuat dalam melawan inflasi membuat investor merevisi ekspektasi mereka, mengurangi kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga di masa depan. Hal ini mendorong Indeks Dolar (DXY) bangkit dari titik terendah empat tahun terakhir, yang pada gilirannya memberikan tekanan jual yang luar biasa pada aset yang dihargai dalam US$ seperti emas dan perak.

Beberapa ahli strategi pasar, seperti dari DBS Group, berpendapat bahwa pasar logam mulia memang sudah berada dalam kondisi jenuh beli (overbought) yang parah setelah reli panjang yang didorong oleh ketegangan geopolitik.

Indikator teknis seperti Relative Strength Index (RSI) emas yang sempat melonjak ke level 90 telah memberikan sinyal peringatan. Nominasi Kevin Warsh kemudian menjadi pemicu yang sempurna bagi investor untuk melakukan aksi ambil untung.

Meskipun terjadi koreksi tajam, beberapa analis meyakini tren jangka panjang diversifikasi investasi yang menopang harga emas tidak berubah, tetapi pasar diperkirakan akan tetap bergejolak dalam waktu dekat.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解