Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari Selasa ini (3/2) menggelar konferensi pers Dialog Kemitraan Kesejahteraan Ekonomi (EPPD) Taiwan-AS, Presiden Lai Ching-te mengatakan, dialog kali ini menitikberatkan pada 4 pilar utama diantaranya penyelarasan kebijakan strategis keamanan rantai pasokan, kerja sama mineral utama, kerja sama dengan negara ketiga dan kerja sama bilateral, dengan 3 arah kebijakan strategis AS yakni keamanan ekonomi, menciptakan ekonomi kreatif dan pengembangan masa depan yang Makmur. Presiden Lai mengimbau agar lintas partai dalam Yuan Legislatif untuk melepaskan diri dari kendala politik, menjunjung hasil negosiasi tarif yang telah diperoleh dengan susah payah.
Pertemuan EPPD ke-6 yang berakhir pada tanggal 27 Januari 2026, Presiden Lai mengatakan, EPPD yang berlangsung sejak tahun 2020, kali ini merupakan pertemuan tatap muka pertama antar kedua belah pihak, memiliki makna yang sangat penting bagi Taiwan-AS, hal ini menunjukkan hubungan ekonomi strategis Taiwan-AS semakin akrab. Beliau sangat mengapresiasi pimpinan kemenlu dan kemenko dan tim negosiasi yang tidak pernah patah semangat, hingga memperoleh hasil yang berlimpah.
Presiden Lai mengatakan, berkat upaya selama 9 bulan dari tim pemerintah berkuasa dan tim negosiasi garis terdepan, maka pembahasan tarif Taiwan-AS diselesaikan, dan mendapat hasil yang memuaskan bagi masyarakat Taiwan dan prestasi yang dikagumi dunia. Akan tetapi berkaitan dengan negosiasi tarif merupakan salah satu bagian dalam kerja sama Taiwan-AS, melalui dialog EPPD kali ini, menitikberatkan pada 4 pilar utama diantaranya penyelarasan kebijakan strategis keamanan rantai pasokan, kerja sama mineral utama, kerja sama dengan negara ketiga dan kerja sama bilateral, bertujuan untuk memperdalam kerja sama 3 arah strategis utama AS.
Presiden Lai memaparkan 3 arah kebijakan strategis, yang pertama adalah memperkuat “keamanan ekonomi”. Ia mengemukakan, menghadapi perubahan situasi geopolitik, industri teknologi canggih seperti AI dan semikonduktor telah memiliki ketahanan “rantai pasokan non-merah”, dalam masa-masa penting, Taiwan-AS melakukan penandatanganan “Deklarasi Era Silikon dan Pernyataan Bersama Kerja Sama Keamanan Ekonomi Taiwan-AS” yang sangat bermakna.
Kedua, menciptakan “ekonomi kreatif”. Presiden Lai mengatakan, Taiwan memiliki kemampuan manufaktur bertaraf internasional dan AS memiliki ekosistem inovatif yang tak tergantikan , teknologi inti utama, sehingga Taiwan-AS bisa membentuk kemitraan strategis dan saling melengkapi, di masa mendatang bersama-sama menciptakan “ekonomi kreatif”. Ia mengemukakan, Taiwan akan mempromosikan rencana substansif terkait keamanan rantai pasokan, sertifikasi sistem drone, penghapusan hambatan investasi dan perpajakan, lebih lanjut memastikan hubungan Taiwan-AS, mengikuti kecepatan teknologi yang mengubah lanskap industri global.
Ketiga adalah pengembangan “masa depan yang makmur”. Presiden Lai mengemukakan, pertemuan EPPD kali ini memiliki agenda yang paling beragam dan komprehensif, dan Taiwan-AS menjadi mitra kunci yang sangat diperlukan untuk "masa depan yang makmur" bagi satu sama lain. Saat bersamaan, “industri yang saling melengkapi” dan “hukum yang terandalkan”, menjadi bagian kerja sama Taiwan-AS yang tak terpisahkan, tidak dapat diabaikan, maka dari itu, Taiwan mempercepat penyelarasan dengan regulasi perdagangan dan ekonomi dalam standar internasional, membangun lingkungan legitimasi yang dapat diprediksi dan transparan. Di masa mendatang pemerintah berkuasa, juga berlanjut menggapai 2 sasaran besar yakni “memperdalam ekonomi perdagangan Taiwan-AS” dan “membangun tata letak teknologi yang beragam”, agar industri Taiwan semakin dapat memperkuat posisi di Taiwan, berekspansi dan memasarkan produk ke seluruh dunia.
Terakhir Presiden Lai Ching-te menekankan, hasil negosiasi ekonomi perdatangan menyangkut kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ia berharap saat peninjauan Yuan Legislatif terkait pajak Taiwan-AS, akan berpegang sesuai hukum, melepaskan diri dari kendala partai politik, melampaui hambatan lintas partai, bersama-sama menjaga hasil negosiasi yang telah diperoleh dengan susah payah.