Dalam sebuah langkah strategis untuk membendung gelombang penipuan perbankan, Komisi Pengawas Keuangan (FSC) Taiwan bersama sejumlah kementerian terkait telah mengumumkan kebijakan baru yang menargetkan rekening bank milik pekerja migran.
Aturan ini dirancang untuk secara otomatis membekukan rekening ketika teridentifikasi salah satu dari empat kondisi, masing-masing berakhirnya masa kontrak kerja, pemutusan kontrak dan kepulangan ke negara asal, kehilangan kontak (kabur), atau penahanan akibat bekerja secara ilegal.
Kebijakan ini diambil setelah data menunjukkan bahwa lebih dari 70% rekening boneka (rekening perantara penipuan) yang baru teridentifikasi belakangan ini berasal dari rekening yang terdaftar atas nama pekerja migran.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa metode pembekuan rekening dipilih alih-alih penutupan total, sebagai pertimbangan atas kemungkinan pekerja migran tersebut kembali ke Taiwan untuk bekerja di masa depan. Langkah ini dinilai dapat mencegah kerumitan administratif jika mereka harus membuka rekening baru. Untuk memastikan hak-hak pekerja migran tetap terlindungi, mekanisme khusus telah disiapkan.
Segala bentuk pembayaran yang tertunda, seperti sisa gaji, subsidi, atau pengembalian pajak, akan diproses melalui penerbitan cek atas nama pekerja yang bersangkutan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat keamanan sistem perbankan. Sebelumnya, Kementerian Keuangan (MOF) telah menggelar diskusi dengan bank-bank milik negara untuk menjajaki berbagai langkah preventif, termasuk wacana untuk mewajibkan nasabah memperlihatkan seluruh wajah (tanpa masker, helm, atau penutup lainnya) saat melakukan penarikan tunai di ATM.
Menanggapi hal ini, FSC menyatakan dukungan pada prinsipnya terhadap penerapan sistem pengenalan wajah sebagai mekanisme peringatan, tetapi dengan mempertimbangkan tiga faktor krusial, yakni akurasi teknologi, biaya instalasi pada mesin ATM, dan tingkat penerimaan dari masyarakat.
Saat ini, beberapa bank telah secara proaktif mengimplementasikan sistem peringatan suara pada ATM jika mendeteksi pengguna yang menutupi wajah. FSC berencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas kelayakan penerapan kebijakan ini secara lebih luas.