Aktivitas membawa pulang produk kosmetik sebagai oleh-oleh dari perjalanan luar negeri merupakan hal yang lumrah, tetapi menjualnya kembali di Taiwan dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius. Biro Kesehatan Pemerintah Kota Kaohsiung mengeluarkan peringatan tegas bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum, dengan denda yang bisa mencapai NT$1 juta.
Sepanjang tahun 2025 saja, otoritas telah menindak 63 kasus dengan total denda akumulatif mencapai NT$995.000, menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tidak meremehkan regulasi yang berlaku.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa banyak kasus bermula dari niat sederhana, yakni seseorang membeli produk kosmetik dalam jumlah berlebih saat bepergian, lalu mencoba menjual sisanya melalui platform daring setibanya di Taiwan. Namun, tindakan ini secara langsung melanggar hukum karena produk tersebut tidak melalui jalur impor resmi, tidak terdaftar di otoritas terkait, dan tidak memiliki label berbahasa Mandarin yang diwajibkan.
Data dari Biro Kesehatan menunjukkan skala pelanggaran yang signifikan, dengan kategori produk perawatan wajah seperti krim dan losion menjadi yang paling banyak ditindak, menyumbang 28 kasus dengan total denda NT$511.000. Kategori lain yang juga sering ditemukan adalah produk mandi seperti sabun dan sampo, serta produk dekoratif seperti lipstik dan cat kuku.
Selain larangan penjualan, Biro Kesehatan juga menyoroti aturan khusus yang berlaku bahkan untuk penggunaan pribadi. Salah satu contoh yang paling krusial adalah produk kosmetik yang dikemas dalam wadah ampul kaca (glass ampoule).
Menurut regulasi, produk jenis ini memerlukan pengajuan izin impor khusus kepada otoritas Food and Drug Administration (FDA) sebelum dapat dibawa masuk ke Taiwan, bahkan jika hanya untuk dipakai sendiri.
Lebih lanjut, otoritas memperingatkan adanya risiko keamanan bagi konsumen. Jika terjadi iritasi, alergi, atau cedera kulit akibat penggunaan produk yang dibeli dari luar negeri, konsumen tidak memiliki jalur hukum yang jelas untuk mengajukan klaim ganti rugi di dalam negeri dan harus menempuh proses yang rumit dengan produsen di negara asal.