Pakar Klimatologi, Lin Te-en (林得恩), mengeluarkan peringatan dini mengenai datangnya gelombang udara dingin kuat yang diperkirakan akan menyelimuti Taiwan selama akhir pekan mendatang. Berdasarkan analisis serentak dari berbagai model cuaca numerik internasional, udara dingin ini akan mulai terasa dampaknya pada hari Sabtu (7/2) dan berlangsung selama kurang lebih 3 hingga 3,5 hari.
Intensitasnya diprediksi setidaknya akan mencapai level Massa Udara Dingin yang Kuat, dengan potensi meningkat menjadi Gelombang Dingin (Cold Wave).
Menurut Lin Te-en, periode terdingin akan terjadi pada hari Minggu (8/2) hingga Senin (9/2). Selama rentang waktu tersebut, penurunan suhu akan terasa paling signifikan di wilayah tengah hingga utara, termasuk Keelung, serta di wilayah Yilan dan Hualien. Suhu di wilayah lain juga akan mengalami penurunan secara umum. Yang perlu diwaspadai adalah pola cuaca yang akan berubah dari basah dingin pada awalnya menjadi kering dingin pada puncaknya.
Pola perubahan ini memiliki implikasi penting. Setelah hari Minggu (8/2), kelembapan udara di lingkungan diperkirakan akan berkurang secara signifikan. Kondisi langit yang lebih cerah di wilayah barat pada malam hari akan memicu fenomena pendinginan radiasi yang kuat.
Kombinasi dari massa udara dingin dan pendinginan radiasi ini berpotensi menyebabkan suhu terendah di beberapa area pesisir dan dataran terbuka anjlok hingga di bawah 6C. Cakupan wilayah yang mengalami suhu di bawah 10C juga diperkirakan akan terus meluas.
Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan langkah-langkah perlindungan diri dari cuaca dingin ekstrem dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.