Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Resolusi Diloloskan Setelah Aksi Anti Pemerintah, Mengizinkan Wanita Iran Berkendara Sepeda Motor  

05/02/2026 11:31
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Keterangan foto: sekelompok wanita Iran berjalan melewati papan reklame besar di Teheran (foto: AP)
Keterangan foto: sekelompok wanita Iran berjalan melewati papan reklame besar di Teheran (foto: AP)

Kantor Berita Iran terkait Gerakan buruh (ILNA) melaporkan, Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, dua hari yang lalu menandatangani resolusi klarifikasi peraturan lalu lintas, mengizinkan perempuan berkendara sepeda motor, pada akhir Januari, resolusi tersebut telah diloloskan oleh pemerintah.

Resolusi tersebut menetapkan, polisi lalu lintas wajib “mengizinkan pelatihan berkendara bagi pemohon wanita, ujian dan penerbitan SIM sepeda motor kepada wanita di bawah pengawasan langsung dari pihak kepolisian”.

Perubahan ini terjadi setelah protes besar-besaran di Iran, aksi protes ini berakar dari ketidakpuasan masyarakat terhadap kesulitan ekonomi, pada bulan lalu terjadi demonstrasi anti pemerintah di seluruh Iran.

Pemerintah Iran mengakui, kerusuhan yang terjadi telah mengakibatkan lebih dari 3.000 warga meninggal dunia, sebagian korban adalah petugas pengaman dan warga umum.

Sejak revolusi Islam tahun 1979, banyak pembatasan yang diberlakukan terhadap perempuan Iran, termasuk aturan berpakaian yang menjadi tantangan signifikan bagi perempuan yang mengendarai sepeda motor.

Otoritas Iran mewajibkan perempuan untuk mengenakan jilbab dan berpakaian sederhana dan longgar di tempat umum, namun semakin banyak perempuan yang berkendara sepeda motor, mulai banyak yang melanggar peraturan ini.

Kilas balik tahun 2022, kematian seorang wanita Kurdi Bernama Mahsa Amini (22 tahun), dikarenakan melanggar peraturan berpakaian, ditangkap dan meninggal dalam penjara, hal ini memicu aksi protes yang dipimpin oleh perempuan di berbagai tempat di Iran, dan memicu “revolusi jilbab” – sebuah gerakan yang memperjuangkan kebebasan.

Masa lalu hukum Iran tidak secara eksplisit melarang perempuan mengendarai sepeda motor, tetapi dalam praktiknya, pihak berwenang menolak untuk menerbitkan SIM kepada perempuan. Karena zona abu-abu hukum ini, meskipun perempuan menjadi korban kecelakaan lalu lintas, mereka juga kerap kali dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Perempuan Iran saat ini secara resmi bisa memperoleh SIM sepeda motor, menandakan ambigu hukum bertahun-tahun telah berakhir.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x