Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

“Tur Peduli Industri” Diskusi Presiden dengan Pelaku Industri Tekstil, Tindakan Nyata Mendukung UKM

05/02/2026 14:54
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Presiden Lai Ching-te aktifkan kunjungan "tur peduli industri", 5 Februari 2026 menuju ke Changhua berdiskusi dengan pelaku industri tekstil dan mendengarkan keluh kesah mereka. (foto: Istana Kepresidenan)
Presiden Lai Ching-te aktifkan kunjungan "tur peduli industri", 5 Februari 2026 menuju ke Changhua berdiskusi dengan pelaku industri tekstil dan mendengarkan keluh kesah mereka. (foto: Istana Kepresidenan)

Setelah berakhir negosiasi tarif Taiwan-AS, Presiden Lai Ching-te aktif melakukan “tur peduli industri”, pada hari Kamis ini (5/2) berangkat ke Changhua untuk bertemu dengan pelaku industri tekstil. Presiden Lai Ching-te mengatakan, selain industri teknologi, pemerintah akan terus mendukung usaha kecil dan menengah (UKM), selain mengalokasikan anggaran khusus dan membentuk kelompok pembimbing industri kompetitif, Yuan Eksekutif juga mempertimbangkan untuk membentuk kelompok kerja, yang bertujuan untuk membantu berbagai industri mengatasi kesulitan mereka. Presiden Lai mendesak industri, memanfaatkan sepenuhnya sumber daya pemerintah, dan menekankan bahwa satu-satunya sasaran pemerintah adalah membantu industri berkembang dengan cepat.

Presiden Lai Ching-te hari Kamis ini (5/2) menuju ke Acelon Chemicals and Fiber Corporation, dan berdiskusi dengan industri tekstil. Dalam sambutannya, Presiden Lai mengatakan setelah selesainya pembahasan tarif Taiwan-AS, ia bersama PM Cho Jung-tai memulai tur peduli industri, berharap lebih lanjut mendengarkan keluh kesah dari kalangan industri.

Presiden Lai mengatakan, Taiwan memiliki lebih dari 1,6 juta UKM, menyediakan lebih dari 9 juta lapangan kerja, atau 80% dari total lapangan kerja di Taiwan. Jika UKM dapat berkembang secara stabil, maka ekonomi Taiwan akan tetap tidak tergoyahkan, stabilitas masyarakat juga terjaga. Oleh karena itu, pemerintah pasti akan mendukung pelaku UKM dan membantu mereka mengatasi kendala tersebut.

Presiden Lai menyebut, industri tekstil memiliki nilai produksi tahunan sebesar NT$343,1 milyar, volum ekspor tahunan US$6,74 milyar, menyediakan 132.300 lapangan kerja. Industri ini sangat penting bagi pembangunan ekonomi dan stabilitas sosial Taiwan secara keseluruhan. Namun, beliau juga mengakui banyak tantangan yang dihadapi industri tekstil, termasuk tarif, benang murah dari Tiongkok, pengelolaan emisi karbon, dan persaingan dari pasar dengan harga tinggi. Kini permasalahan tarif telah ditetapkan, posisi Taiwan setara dengan Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara tetangga, masuk ke arena dengan persaingan yang adil, kedepannya, pemerintah akan terus membantu pengembangan industri dan mendukung UKM melalui tindakan nyata.

Presiden juga menunjukkan bahwa beliau sedang berdiskusi dengan Menteri Perekonomian tentang kemungkinan meninjau berbagai industri secara terpisah. Yuan Eksekutif juga berencana membentuk kelompok kerja untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada industri. Tujuan dari inisiatif “peduli industri” ini adalah memberi tahu semua orang bahwa selain mendukung industri teknologi, pemerintah juga berupaya keras mendukung UKM. Beliau berharap perusahaan besar, perusahaan kecil, dan usaha mikro dapat bekerja sama untuk membuat ekonomi Taiwan semakin baik

 

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解