Menjelang periode sibuk Tahun Baru Imlek, penyesuaian tarif taksi menjadi agenda tahunan di berbagai wilayah Taiwan. Namun, sebuah perbedaan terjadi di wilayah Hsinchu dan Miaoli, di mana kebijakan tarif khusus periode ini justru menimbulkan ketidakpuasan dari dua sisi, baik dari penumpang maupun pengemudi. Wilayah ini memberlakukan surcharge atau biaya tambahan sebesar 30% dari total tarif argo, ini tentunya menjadi kenaikan tertinggi di seluruh Taiwan.
Kebijakan yang telah berlaku selama bertahun-tahun ini dinilai memberatkan oleh konsumen. "Kenaikan 10% mungkin masih masuk akal, tetapi 30% rasanya agak berlebihan," ujar seorang warga, menyuarakan sentimen umum.
Ironisnya, para pengemudi taksi pun merasakan dampak negatif dari kenaikan yang signifikan ini. Mereka melaporkan penurunan jumlah penumpang yang drastis, membuat pendapatan mereka justru tidak optimal.
"Kami juga merasa ini terlalu mahal, sama sekali tidak ada penumpang," keluh seorang pengemudi yang telah puluhan tahun beroperasi. Ia membandingkannya dengan wilayah lain seperti Taoyuan yang telah merevisi struktur tarifnya menjadi lebih rasional.
Perbedaan regional dalam kebijakan tarif Imlek ini cukup mencolok. Sebagai perbandingan, wilayah metropolitan Taipei, New Taipei, dan Keelung hanya memberlakukan tambahan biaya tetap sebesar NT$30 per perjalanan. Wilayah lain seperti Taichung, Tainan, dan Kaohsiung umumnya mengenakan tambahan NT$50 per perjalanan.
Untuk menjamin transparansi, para pengemudi menjelaskan bahwa sistem tarif khusus ini telah terprogram dalam argometer. Saat diaktifkan, layar akan menampilkan mode Imlek, memastikan penumpang tidak dikenakan biaya secara sewenang-wenang.