Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Soal Hasil Negosiasi Tarif, PM Cho: Sekali Lagi Membuktikan Taiwan-AS Adalah Mitra Strategis Industri Demokrasi

06/02/2026 13:59
Penulis & Editor: Aditya Nugraha
(Foto: 謝佳興 攝)
(Foto: 謝佳興 攝)

(Taiwan, ROC) – Kementerian Ekonomi (MOEA) Taiwan pada hari ini (6/2) menggelar acara “Presentasi Hasil Program Pengembangan dan Revitalisasi Beragam untuk UMKM”. Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam sambutannya menekankan akan terus mendukung peningkatan dan transformasi UMKM. Dirinya juga merinci capaian selama setahun, yakni membimbing sebanyak 247.000 UMKM, menciptakan nilai produksi lebih dari NT$9,7 miliar, serta membantu penghematan listrik sebanyak 363 juta kWh.

Menyinggung penyelesaian negosiasi tarif timbal balik antara Taiwan dan Amerika Serikat (AS), yang akan diikuti dengan penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik, PM Cho menyatakan bahwa ini adalah perjanjian yang menyangkut tarif dan perdagangan di berbagai sektor industri. Tim administrasi telah mempersiapkan semuanya dengan matang dan menunggu Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) ke AS untuk melakukan negosiasi terakhir.

PM Cho juga menunjukkan, hasil negosiasi tarif saat ini mencakup penurunan tarif AS untuk Taiwan menjadi 15% tanpa penumpukan, serta pemberian perlakuan MFN (Most Favored Nation) untuk tarif 232 pada semikonduktor dan produk turunannya, sehingga Taiwan memperoleh perlakuan yang setara dengan negara pesaing dan dapat mempertahankan daya saing industrinya.

Selain itu, Taiwan menjadi negara pertama di dunia yang memperoleh perlakuan MFN terbaik tarif 232, yang kembali membuktikan bahwa Taiwan dan AS adalah “mitra strategis industri demokrasi”.

PM Cho mengemukakan, Presiden Lai telah menginstruksikan Dana Penjaminan Kredit UMKM, Yayasan Pendampingan Gabungan UMKM, serta lembaga keuangan untuk melalui telepon aktif menjangkau guna mengetahui apakah UMKM membutuhkan bantuan pemerintah selama proses dan setelah hasil negosiasi tarif ditetapkan. Dirinya menekankan bahwa dalam waktu dekat data akan ditinjau untuk melihat apakah lembaga terkait telah mengikuti instruksi dan menjalin koneksi terbaik dengan dunia usaha.

PM Cho juga menyebutkan bahwa Taiwan saat ini tengah bergerak menuju “Lingkungan Hidup Pintar untuk Semua”, sekaligus mendorong transformasi nasional melalui 10 Infrastruktur Baru AI. Dirinya berharap parlemen dapat memberikan anggaran yang wajar bagi pemerintah, serta dukungan internasional lebih banyak, demi mewujudkan negara yang lebih terbuka, lebih berkembang menyeluruh, lebih makmur, dan lebih aman.

Terakhir, PM Cho kembali menyerukan agar eksekutif dan legislatif kembali ke jalur normal setelah Tahun Baru Imlek, untuk meninjau anggaran tahunan, anggaran pembelian militer, dan lainnya, sehingga pemerintah dapat lebih kuat mendukung UMKM, memperhatikan kesejahteraan rakyat, sekaligus meningkatkan dan mengembangkan kedaulatan serta keamanan nasional secara menyeluruh.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解