Gelombang dingin telah secara resmi tiba di Taiwan, dan para ahli klimatologi memperingatkan bahwa periode terdingin masih akan datang. Pakar cuaca Taiwan, Cheng Ming-dean (鄭明典), menyoroti sebuah fenomena visual di citra satelit yang menjadi indikator kuat akan datangnya udara yang lebih dingin, yakni kemunculan Jalan Awan (Cloud Streets). Formasi awan yang khas ini, menurutnya, melambangkan garis depan dari massa udara yang sangat dingin, dan kedatangannya menandakan suhu akan kembali turun secara signifikan.
Melalui analisis citra satelit, Cheng Ming-dean menjelaskan bahwa Jalan Awan adalah sistem awan yang terbentuk ketika udara dingin yang kering bergerak di atas permukaan laut yang relatif lebih hangat. Formasi awan yang berbaris rapi ini secara efektif menandai pergerakan massa udara dingin yang lebih kuat di belakangnya.
"Begitu area yang tertutup jalan awan ini mencapai Taiwan, suhu akan mengalami penurunan yang lebih nyata," jelasnya.
Ia juga memberikan edukasi bahwa dalam citra satelit, area merah menandakan awan rendah yang kaya akan air, sementara area putih keabu-abuan adalah awan level menengah hingga tinggi yang terdiri dari kristal es.

Area merah menandakan awan rendah yang kaya akan air, sementara area putih keabu-abuan adalah awan level menengah hingga tinggi yang terdiri dari kristal es. Foto: Cheng Ming-dean FB
Sejalan dengan analisis tersebut, Dirjen Klimatologi Sentral (CWA) telah mengeluarkan peringatan suhu rendah untuk berbagai wilayah. Puncak gelombang dingin ini diperkirakan akan terjadi pada Minggu (8/2) hingga Senin pagi hari (9/2), di mana seluruh Taiwan akan merasakan cuaca yang sangat dingin.
Peringatan Sinyal Oranye (sangat dingin) telah dikeluarkan untuk Kota New Taipei, Keelung, Taipei, Taoyuan, serta Kabupaten Hsinchu, Yilan, dan Kinmen, di mana suhu berpotensi terus berada di bawah 10C. Otoritas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kehangatan terutama bagi kelompok rentan, dan memastikan keamanan saat menggunakan alat pemanas.