Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Skema Kerja Empat Hari dalam Seminggu Ada Kemajuan? Ini Jawaban Otoritas Berwenang  

07/02/2026 12:08
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Skema Kerja Empat Hari dalam Seminggu Ada Kemajuan? Ini Jawaban Otoritas Berwenang   
Skema Kerja Empat Hari dalam Seminggu Ada Kemajuan? Ini Jawaban Otoritas Berwenang  

Usulan publik untuk menerapkan sistem kerja empat hari seminggu di Taiwan, yang telah mendapatkan lebih dari 5.000 dukungan dan memicu debat nasional, secara resmi ditolak oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL). Dalam tanggapan resminya, MOL menyatakan bahwa setelah melakukan pertimbangan mendalam dan serangkaian diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, penerapan kebijakan libur tiga hari seminggu secara menyeluruh dinilai belum memungkinkan untuk kondisi Taiwan saat ini.

MOL menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor krusial, termasuk potensi dampak terhadap pendapatan pekerja, karakteristik industri yang beragam, model layanan publik dan swasta, serta stabilitas operasi ekonomi secara keseluruhan.

Meskipun pemerintah mengakui adanya perubahan struktur demografi menuju masyarakat super-lansia dan meningkatnya kebutuhan akan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga, langkah radikal menuju kerja empat hari seminggu dianggap terlalu berisiko.

Para perwakilan dari kelompok pekerja, pengusaha, dan akademisi yang diundang dalam diskusi sebagian besar sepakat bahwa prioritas saat ini adalah memastikan implementasi penuh dari sistem libur dua hari seminggu yang sudah ada.

Sebagai gantinya, MOL akan mengalihkan fokusnya untuk mendorong penerapan langkah-langkah fleksibilitas jam kerja. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi negosiasi antara pemberi kerja dan pekerja guna menemukan skema jam kerja yang lebih adaptif, tanpa mengubah total jam kerja mingguan secara drastis.

Pemerintah akan memperkuat kerangka hukum terkait jam kerja fleksibel dan mekanisme negosiasi kolektif, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah dan kondusif bagi retensi talenta, sekaligus tetap menjaga hak-hak pekerja dan kelangsungan dunia usaha.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解