Sebuah pertanyaan sederhana di forum daring PTT baru-baru ini memicu gelombang nostalgia dan pengakuan dari warga Taiwan di seluruh dunia, yang secara kolektif mengonfirmasi satu hal, yaitu kubis Taiwan memiliki cita rasa yang tak tertandingi.
Berawal dari rasa penasaran seorang pengguna yang belum pernah mencoba kubis dari negara lain, diskusi tersebut dengan cepat dipenuhi oleh kesaksian dari para perantau yang membandingkan kubis lokal dengan yang mereka temukan di luar negeri, dan hasilnya sangat meyakinkan.
Banjir komentar dari warga yang pernah tinggal atau sedang berada di berbagai negara, mulai dari Eropa, Amerika, Australia, hingga negara tetangga seperti Jepang dan Korea, menyuarakan sentimen yang sama.
Kubis dari luar negeri seringkali dideskripsikan memiliki tekstur yang keras, rasa yang hambar atau bahkan pahit, dan sulit untuk diolah. Beberapa deskripsi yang paling gamblang menyamakannya dengan mengunyah lilin atau memakan kardus tebal.
Seorang netizen bahkan menyatakan, "Kubis Eropa dimasak 20 menit masih sama kerasnya seperti kulit nanas."
Sebaliknya, kubis Taiwan dipuji karena rasa manisnya yang alami, teksturnya yang renyah dan cepat empuk saat dimasak, menjadikannya ideal untuk berbagai hidangan, terutama sup dan tumisan.
Seorang pengguna menekankan bahwa kerinduan terbesarnya adalah pada hidangan sederhana tumis kubis bawang putih, sebuah cita rasa rumahan yang sulit direplikasi dengan bahan baku dari negara lain.
Meskipun ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kualitas kubis juga bergantung pada musim dan lokasi tanam (dataran tinggi dianggap yang terbaik), konsensus umum tetap menempatkan kubis Taiwan di posisi teratas, bahkan ada yang menyebutnya nomor satu di dunia.