(Taiwan, ROC) - Setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi yang memprioritaskan pertahanan nasional dan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya akan mampu mengambil langkah berani di masa depan dan diharapkan memainkan peran baru sebagai pemimpin keamanan regional di Asia.
Demikian ditegaskan oleh Akio Yaita (矢板明夫), Direktur Eksekutif Tank Pikir Strategi Indo-Pasifik, dalam sebuah forum yang khusus digelar oleh Radio Taiwan Internasional (Rti) pada hari Senin (9 Februari) untuk mengeksplorasi perubahan lanskap politik dan tren masa depan di Jepang pasca pemilihan DPR.
Forum dengan tema "Pemilihan DPR Jepang: Kedatangan Era Baru bagi Sanae Takaichi" tersebut dipimpin oleh Presiden Rti Chang Jui-chang (張瑞昌), dihadiri oleh Ketua Rti Cheryl Lai (賴秀如) serta sejumlah pakar dan cendekiawan, termasuk Chen Kuan-ting (陳冠廷) dari Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif; Chen Wen-Chia (陳文甲), Wakil Presiden Universitas Kainan dan Direktur Pusat Studi Pembangunan Regional Nasional; Hsu Hung-hsin (徐浤馨), Profesor Madya Ekonomi Politik Global di Universitas Tamkang, dan Akio Yaita, Direktur Eksekutif Tank Pikir Strategi Indo-Pasifik.
Akio Yaita menunjukkan bahwa keputusan Sanae Takaichi untuk membubarkan Parlemen selama periode terdingin di Jepang hanya lebih dari tiga bulan setelah menjabat, adalah pertaruhan politik yang secara tak terduga membuahkan hasil.
Yaita mengemukakan, LDP memenangkan 316 kursi, mengamankan dua pertiga dari total kursi di DPR. Ini jauh melampaui 290 kursi yang dimenangkan oleh mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi dan Shinzo Abe, menandai kemenangan pemilu terbesar LDP dalam sejarah Jepang pascaperang.
Melalui kemenangan telak kali ini, Yaita percaya bahwa Takaichi, yang memprioritaskan pertahanan nasional, akan mampu menerapkan reformasi besar-besaran dan berpotensi memainkan peran utama baru dalam keamanan regional di Asia.
Akio Yaita mengatakan, "Masih ada jarak dari merevisi konstitusi. Amandemen konstitusi membutuhkan mayoritas dua pertiga di DPR. Namun, pada kenyataannya, ia dapat mengubah banyak undang-undang periferal, terus memperluas interpretasi konstitusi, sehingga dapat melakukan banyak hal. Oleh karena itu, ia dapat kembali menjadi kekuatan militer dan politik yang menonjol, dan Jepang dapat sekali lagi berdiri di panggung politik internasional, sesuatu yang belum dilakukannya dalam 80 tahun sejak perang. Saya pikir tren ini akan semakin jelas di masa depan."
Yaita juga menunjukkan bahwa saat ini terdapat puluhan ribu bisnis Jepang dan ratusan ribu ekspatriat Jepang di Tiongkok, dan Sanae Takaichi adalah politisi yang sangat pragmatis. Menghadapi rezim Tiongkok yang irasional, ia tidak akan membiarkan rakyatnya jatuh ke dalam situasi berbahaya. Namun, yang pasti adalah kebijakan Jepang untuk mendukung Taiwan, baik dalam hal dukungan moral maupun dukungan substantif, tidak akan berubah.