Maskapai TransNusa resmi meluncurkan layanan penerbangan charter perdana rute Taipei-Manado yang dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi pada 14 Februari 2026 pukul 18.00 WITA, sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas udara antar dua wilayah.
Terwujudnya layanan penerbangan ini merupakan kolaborasi antara TransNusa dan Cocos Tour, serta didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Penyediaan layanan penerbangan melalui skema charter ini merupakan respon cepat TransNusa terhadap tren pasar wisatawan mancanegara asal Taiwan yang mulai meningkat. Indonesia, khususnya
Manado dengan keindahan bawah lautnya, dinilai sebagai destinasi yang amat disukai oleh wisatawan Taiwan karena kemiripan budaya dan pesona alamnya yang luar biasa. “Konektivitas merupakan kunci dalam memperluas aksesibilitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan di mata dunia, terlebih penerbangan langsung dari Taiwan ke Indonesia memang dinantikan. Penerbangan TransNusa diharapkan dapat menarik lebih banyak turis Taiwan dan internasional ke Indonesia secara berkelanjutan. Taiwan merupakan salah satu pasar potensial yang menunjukan pertumbuhan, dengan minat positif terhadap wisata alam dan minat khusus seperti wellness, marine, dan gastronomy,” ujar Ni Made Ayu Marthini,
Deputi Bidang Pemasaran. Wisman asal Taiwan secara konsisten selalu berada pada top 20 kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tahun 2025, yang pada data terakhir hingga bulan Desember, berada di urutan ke-16. Wisman Taiwan sendiri telah memberikan kontribusi sebesar 204.704 kunjungan sepanjang Januari-Desember 2025 ini, atau naik sebesar 11,65% dari periode yang sama di tahun 2024 (183.341 kunjungan).
Made menambahkan, kehadiran rute penerbangan baru ini, diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata, membuka peluang investasi di sektor pariwisata, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di Sulawesi Utara.
Maskapai TransNusa (Airbus A320) terjadwal melakukan penerbangan Taipei-Manado PP sebanyak tiga kali, yaitu tanggal 14, 18, dan 22 Februari 2026. Untuk rute Manado-Taipei berangkat dari Manado pukul 09.00 lalu tiba di Taipei pukul 13.00.
Kemudian rute Taipei-Manado berangkat dari Taipei pukul 14.00 lalu tiba di Manado pukul 18.00. Setibanya di Terminal Pintu Kedatangan, para penumpang disambut dan mendapatkan suvenir Wonderful Indonesia dari Kemenpar. Kepala KDEI di Taipei menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembukaan rute strategis tersebut.
“Penerbangan langsung Taipei–Manado merupakan langkah nyata dalam meningkatkan konektivitas Indonesia–Taiwan. Rute ini tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, pariwisata, investasi, serta mobilitas pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat kedua wilayah,” ujar Kepala KDEI.
Manado, sebagai salah satu gerbang utama Indonesia bagian timur, memiliki potensi besar di sektor pariwisata, khususnya wisata bahari, ekowisata, dan kekayaan budaya. Dengan dibukanya rute langsung ini, jumlah wisatawan asal Taiwan yang berkunjung ke Indonesia diharapkan terus meningkat secara signifikan.
Kehadiran penerbangan langsung tersebut mempermudah akses wisatawan Taiwan ke berbagai destinasi unggulan Indonesia, khususnya kawasan Indonesia bagian timur seperti Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Manado diharapkan dapat berperan sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan Taiwan untuk menjelajahi potensi wisata Indonesia bagian timur, sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Kepala KDEI menegaskan komitmen KDEI di Taipei untuk terus mendukung penguatan hubungan ekonomi Indonesia–Taiwan, termasuk melalui promosi pariwisata, perdagangan, investasi, industri serta kerja sama di berbagai sektor strategis. Kehadiran rute langsung Taipei–Manado ini diharapkan dapat beroperasi secara berkelanjutan dan ke depan dapat ditingkatkan, baik dari sisi frekuensi penerbangan maupun pengembangan rute baru lainnya.