Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kembali Terjadi! 3,4 Ton Camilan Impor dari Indonesia Dicegat di Perbatasan Taiwan Akibat Kandungan Zat Berbahaya  

11/02/2026 08:40
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Kembali Terjadi! 3,4 Ton Camilan Impor dari Indonesia Dicegat di Perbatasan Taiwan Akibat Kandungan Zat Berbahaya (FDA)
Kembali Terjadi! 3,4 Ton Camilan Impor dari Indonesia Dicegat di Perbatasan Taiwan Akibat Kandungan Zat Berbahaya (FDA)

Food and Drug Administration (FDA) Taiwan kembali memperketat pengawasan di perbatasan dengan mencegat dan menolak masuk lebih dari 3,4 ton produk makanan ringan asal Indonesia.

Enam jenis produk, termasuk keripik pisang, keripik singkong, dan kacang olahan, ditemukan mengandung pemanis buatan yang tidak diizinkan dan aflatoksin dengan kadar yang jauh melampaui ambang batas aman.

Penemuan ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam memastikan keamanan produk pangan impor.

Dalam rilis resminya, FDA merinci bahwa lima gelombang produk biskuit dan keripik terdeteksi mengandung sakarin dan siklamat, dua jenis pemanis buatan yang penggunaannya tidak diizinkan untuk kategori produk tersebut.

印尼餅乾出包!5批甜味劑不合格3.3公噸全銷毀

Produk makanan ringan Pisang Panjang asal Indonesia yang dicegat diperbatasan Taiwan. (FDA)

Sementara itu, satu produk kacang olahan ditemukan memiliki kadar Aflatoksin B1 sebesar 158 mikrogram per kilogram, angka yang sangat mengkhawatirkan mengingat batas aman yang ditetapkan oleh standar Taiwan hanya 2 mikrogram per kilogram.

Aflatoksin adalah racun yang diproduksi oleh jamur dan dikenal bersifat karsinogenik.

印尼木薯餅被檢出甜味劑不合格。(圖/食藥署提供)

Keripik Singkong (Cassava SJ) asal Indonesia yang ditahan di perbatasan Taiwan. (FDA)

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Statistik FDA menunjukkan bahwa dalam enam bulan terakhir, tingkat ketidaklulusan inspeksi untuk produk makanan ringan dari Indonesia mencapai 2,4%, dengan pelanggaran berulang terkait penggunaan pengawet, pemanis, dan kontaminasi aflatoksin.

Sebagai respons atas temuan ini, FDA telah meningkatkan level pengawasan dengan menerapkan sistem inspeksi 100% atau pemeriksaan gelombang demi gelombang untuk semua produk makanan ringan yang diimpor dari Indonesia. Seluruh produk yang tidak memenuhi standar dalam kasus ini telah diperintahkan untuk dikembalikan ke negara asal atau dimusnahkan di perbatasan, memastikan tidak ada yang masuk ke rantai pasokan konsumen di Taiwan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解