Presiden Lai Ching-te pada hari Rabu ini (11/2) bersama 3 Angkatan Bersenjata menggelar konferensi pers terkait “Undang-undang Pertahanan Khusus Perlindungan Demokrasi Taiwan”, Presiden Lai Ching-te menekankan, menghadapi ancaman militer Tiongkok yang kian berekspansi, maka kebutuhan mendesak dari pertahanan nasional adalah perolehan senjata canggih dan presisi, yang bertujuan melindungi keselamatan nyawa dan harta benda masyarakat. Dana anggaran pertahanan khusus masih belum diloloskan, berkemungkinan Taiwan akan terabaikan dari daftar nama penjualan senjata, mengalami keterlambatan penyerahan senjata dan peralatan penting, hal ini membuat masyarakat ragu terhadap tekad pertahanan nasional, maka mengimbau agar partai berkuasa dan oposisi melakukan peninjauan segera mungkin, meloloskan anggaran pertahanan khusus karena pertahanan nasional tidak dapat ditunda lagi.
Melalui konferensi pers pada November tahun lalu, Presiden Lai Ching-te membeberkan pandangan “anggaran pertahanan khusus senilai 1,25 trilyun selama 8 tahun”, berharap dapat memperlaju pengembangan kemampuan tempur asimetris dan mekanisme pertahanan berlapis, akan tetapi usulan ini terhambat di Yuan Eksekutif. Hari ini (11/2) Presiden bersama 3 Angkatan Bersenjata menggelar konferensi pers, kembali menjelaskan betapa pentingnya anggaran pertahanan khusus bagi warga Taiwan, dan penangguhan ini akan membawa ancaman dan risiko.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, menghadapi ekspansi militer Daratan Tiongkok, baik Jepang, Korea, Filipina dan negara lainnya terus menambah anggaran pertahanan mereka, Taiwan tidak boleh tertinggal, Beliau berharap partai berkuasa dan oposisi dalam Yuan Legislatif menggelar rapat pembahasan sesegera mungkin, untuk meloloskan “Undang-undang anggaran pertahanan khusus”, karena pertahanan nasional tidak boleh tertunda, begitu juga keamanan nasional dan para tentara yang memerlukan dukungan.
Lebih lanjut Presiden Lai Ching-te membeberkan, menghadapi situasi yang kian kompleks, keperluan mendesak dari kemiliteran nasional adalah memastikan akses tepat waktu terkait senjata “canggih dan presisi” yang bertujuan untuk melindungi Taiwan, Penghu, Kinmen, dan Mazu serta menjaga keselamatan nyawa dan harta benda masyarakat.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Mengapresiasi dukungan pemerintah AS, memberikan laporan harga untuk Taiwan, akan tetapi saat ini dana anggaran masih belum diloloskan, hal ini dapat menyebabkan Taiwan akan terabaikan dari daftar nama penjualan senjata, penyerahan senjata dan peralatan lainnya dapat tertunda, membuat masyarakat Taiwan semakin meragukan tekad Taiwan menjaga pertahanan diri.”
Presiden juga menjelaskan, baru-baru ini opini publik yang menyatakan penundaan anggaran terkait, pemerintah tidak memasukkan usulan dari partai oposisi untuk menaikkan gaji bulanan tentara sukarelawan sebesar NT$30.000, dan mengkritik pemerintah yang tidak memerhatikan tentara. Beliau menegaskan, pemerintah DPP lebih memerhatikan tentara daripada pemerintah KMT. Selama dekade terakhir, tim yang berkuasa telah menaikkan gaji personel militer, pegawai negeri sipil, dan guru sebanyak 4 kali, dengan peningkatan kumulatif sebesar 14%, dan menyelesaikan 23 kali kenaikan tunjangan untuk tentara. Namun, kenaikan gaji yang didesak oleh anggota partai oposisi tidak hanya berpotensi melanggar konstitusi tetapi juga kurang mempertimbangkan aspek profesional. Yuan Eksekutif telah mengajukan interpretasi konstitusional. Apabila konstitusional, selisihnya akan ditutupi dengan anggaran tambahan. Sebagai negara demokrasi dan negara yang menjunjung tinggi hukum, peningkatan kesejahteraan dan tunjangan personel militer harus dilegalkan.
Presiden Lai menyebutkan bahwa 21 tahun yang lalu, ketika ia masih menjadi anggota parlemen, AS memutuskan untuk menjual 8 kapal selam dan pembelian militer lainnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan. Namun, anggaran khusus untuk pembelian militer yang diusulkan oleh Yuan Eksekutif diblokir sebanyak 69 kali oleh Komite Prosedural Yuan Legislatif. Beliau mendesak agar Taiwan tidak mengulangi kesalahan yang sama karena ancaman dari luar terus meningkat sedangkan kekuatan militer semakin mendesak.
Presiden Lai mempertegas, nilai perdamaian tidak ternilai harganya, dalam peperangan tidak ada yang menang, satu-satunya cara untuk menjamin perdamaian adalah persiapan senjata untuk menghindari perang, bisa berperang baru bisa menghentikan perang dan mendukung militer agar para tentara tidak merasa ragu, semestinya menjadi tanggang jawab bagi partai berkuasa dan oposisi, ia mengimbau agar partai berkuasa dan oposisi beserta seluruh masyarakat Taiwan bersama menjadi pendukung kemiliteran nasional, menjaga perdamaian regional dan menjamin stabilitas dan kemakmuran Taiwan.