Sebuah pelanggaran lalu lintas sepele, yakni menyalakan lampu kabut di malam yang cerah, secara tak terduga menjadi pemicu terbongkarnya status seorang pekerja migran ilegal di Kota Taoyuan. Pria bermarga Fan (范姓), yang telah putus kontak dan berstatus kaburan selama hampir dua tahun, harus mengakhiri pelariannya setelah dihentikan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas yang sedang melakukan operasi pemeriksaan pengemudi mabuk. Insiden ini berujung pada serangkaian sanksi berat, termasuk tiga surat tilang dengan total denda lebih dari NT$72.000 dan penahanan.
Peristiwa ini terjadi pada malam hari di Wenzhong Road, Distrik Luzhu, ketika petugas mencurigai sebuah mobil yang menyalakan lampu kabut secara tidak semestinya. Saat dihentikan, pengemudi, yang merupakan warga negara Vietnam, menunjukkan gelagat gugup, berbicara terbata-bata, dan tidak mampu menunjukkan identitas diri. Kecurigaan petugas semakin menguat, dan karena lokasi pemeriksaan berdekatan dengan markas Satuan Tugas Khusus Imigrasi, Fan diminta untuk bekerja sama menjalani verifikasi identitas lebih lanjut.

Pria bermarga Fan (范姓), yang telah putus kontak dan berstatus kaburan selama hampir dua tahun, harus mengakhiri pelariannya setelah dihentikan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas. Foto: Kepolisian
Hasil pemeriksaan sistem mengonfirmasi bahwa ia adalah pekerja migran yang telah melarikan diri selama hampir dua tahun.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap pelanggaran lain yang lebih serius, yaitu Fan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Akibatnya, polisi menerbitkan tiga surat tilang sekaligus, yang mencakup penggunaan lampu yang tidak sesuai aturan, mengemudi tanpa SIM, serta sanksi bagi pemilik kendaraan yang meminjamkan mobilnya.
Selain denda puluhan ribu dolar, pelat nomor kendaraan juga dicabut di tempat dan mobil diamankan oleh pihak berwenang. Setelah proses penyelidikan, Fan langsung diserahkan ke Satuan Tugas Khusus untuk proses hukum lebih lanjut.