Seorang warganet melalui platform jejaring sosial, mengeluhkan ada sebuah baterai di dalam kue (egg tart) yang dibeli dari restoran cepat saji di distrik Nanzih, Kaohsiung. Biro Kesehatan segera melakukan penyelidikan, dan mengkonfirmasi bahwa baterai tersebut disebabkan oleh salah satu karyawan yang tidak sengaja menjatuhkan timer, dan baterai timer ke dalam produk makanan tersebut. Akibat kelalaian dari pihak perusahaan maka akan dikenakan denda NT$60.000 ke atas dan kejadian akan diserahkan ke kantor kejaksaan untuk diselidiki lebih lanjut.
Seorang warganet memposting foto baterai di dalam kue tart telur di platform media sosial Threads. Dalam tulisannya membeberkan bahwa anggota keluarganya membeli kue (egg tart) tersebut dan bermaksud memanaskannya di microwave sebelum dimakan, akan tetapi kemudian karena malas menunggu lama, maka langsung dimakan, saat makan, melihat ada bagian hitam, semula mengira adalah mochi gula merah, tetapi setelah dilihat dengan cermat, ternyata adalah sebuah baterai, membuatnya sangat terkejut dan berkata, “untung tidak dipanaskan ke dalam microwave, kalau iya, maka saya sudah tidak memiliki rumah lagi!”.
Biro Kesehatan Kota Kaohsiung mengatakan pihaknya telah mengutus petugas untuk menyelidiki, dan toko tersebut mengakui adanya kelalaian dalam prosedur operasionalnya, yang menyebabkan benda asing secara tidak sengaja masuk ke dalam produk. Lebih lanjut, dikarenakan karyawan tidak membuang seluruh produk makanan sesuai dengan SOP, maka hal ini melanggar Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan pasal 15, dan akan dikenakan denda sebesar NT$60.000 - NT$200 juta dan kasus ini disampaikan ke kantor kejaksaan untuk ditindaklanjuti.
Biro Kesehatan mendesak perusahaan untuk memperkuat pendidikan dan pelatihan karyawan mereka serta meningkatkan manajemen kebersihan pangan untuk melindungi hak konsumen. Berkaitan dengan keluhan konsumen, masyarakat dapat meminta bantuan dari Pusat Perlindungan Konsumen Pemerintah Kota atau menghubungi hotline 1950, apabila ada masalah kebersihan makanan, hal tersebut dapat dilaporkan ke Biro Kesehatan.
