(Taiwan, ROC) -- Taiwan dan Amerika Serikat (AS) resmi menyelesaikan penandatangan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART). Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (13/2) menggelar konferensi pers usai rapat tingkat tinggi Dewan Keamanan Nasional di Kantor Kepresidenan.
Presiden Lai pertama-tama menyatakan bahwa dalam perundingan perdagangan Taiwan-AS kali ini, Taiwan berhasil memperjuangkan tarif timbal balik serta perlakuan paling menguntungkan untuk tarif 232. Sebanyak 2.072 jenis produk ekspor ke AS dibebaskan dari tarif timbal balik, dan rata-rata tarif ekspor ke AS turun dari 35,78% (32% + tarif MFN) menjadi 12,33% sebagai bagian dari enam target utama yang dicapai, sehingga memberikan manfaat besar bagi industri Taiwan dan perekonomian secara keseluruhan.
Selain itu, penandatanganan dua perjanjian perdagangan antara Taiwan dan AS secara bersamaan juga menghasilkan lima terobosan bersejarah yang akan menjadi pendorong terbesar bagi peningkatan dan transformasi industri serta ekonomi Taiwan.
Pertama, Taiwan berhasil secara menyeluruh membalikkan kerugian perdagangan yang selama ini terjadi karena tidak memiliki Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan AS. Kedua, melalui perundingan perdagangan Taiwan-AS, Taiwan akan secara menyeluruh menyelaraskan standar keamanan pangan, standar industri, serta sistem ekonomi dan perdagangan dengan norma internasional.
Ketiga, dengan membangun “model Taiwan” di Negeri Paman Sam, industri semikonduktor dan ICT kelas dunia milik Taiwan akan terhubung erat dengan industri AI Amerika yang memimpin secara global, membentuk sistem inovasi teknologi dan industri terkuat di dunia. Keempat, keamanan ekonomi dan ketahanan rantai pasok dimasukkan sebagai bagian penting dalam kerja sama Taiwan-AS, yang akan menjadikan Taiwan sebagai pusat utama dalam membangun rantai pasok global non-Tiongkok.
Kelima, pendalaman kemitraan strategis ekonomi antara Taiwan dan AS tidak hanya membuat Taiwan berperan penting dalam tren “kembalinya manufaktur ke AS”, tetapi juga membantu kedua belah pihak dalam memperluas kerja sama dengan negara ketiga, sehingga mendukung perusahaan untuk “berbasis di Taiwan, menata strategi secara global, dan memasarkan ke seluruh dunia.”
Presiden juga mengumumkan akan membentuk “Tim Pengarah Strategi Ekonomi Nasional” di Kantor Kepresidenan untuk merumuskan berbagai strategi guna mendorong perekonomian Taiwan ke tingkat yang baru.
Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengatakan,《外260213-09-賴清德(男)""》“Saya akan bertindak sebagai koordinator, bekerja sama dengan “Dewan Pengembangan Ekonomi” yang dipimpin oleh Perdana Menteri di Yuan Eksekutif untuk mendorong perkembangan ekonomi Taiwan di kemudian hari. Tim keamanan nasional dan Yuan Eksekutif akan berbagi tugas dan bekerja sama, menyusun strategi serta rencana pelaksanaan untuk menangani berbagai isu struktural tersebut, menyatukan kekuatan lintas partai, dunia usaha, dan kelompzok masyarakat, serta bersama-sama mendorong ekonomi Taiwan menuju tingkat yang benar-benar baru.”
Terakhir, Presiden Lai juga menyampaikan pernyataan kepada Yuan Legislatif, menekankan bahwa Yuan Eksekutif akan segera mengirimkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) beserta MoU Investasi Taiwan-AS yang ditandatangani pada 15 Januari ke Yuan Legislatif sesuai ketentuan UU Pengesahan Perjanjian Internasional. Dirinya menyerukan agar Yuan Legislatif memberikan dukungan penuh dan segera mengesahkan, membuka babak baru dalam pendalaman kemitraan strategis ekonomi dan perdagangan Taiwan-AS.
Selain itu, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) pada hari ini menyatakan bahwa perjanjian tersebut menetapkan tarif timbal balik 15% tanpa penumpukan, serta memberikan pembebasan tarif timbal balik untuk 2.072 produk ekspor ke AS. Perjanjian ini selanjutnya akan dikirim bersamaan dengan MoU Investasi Taiwan-AS yang ditandatangani pada 15 Januari ke Yuan Legislatif untuk ditinjau, dengan harapan Yuan Legislatif dapat mendukung pengesahannya. Pemerintah juga akan memberikan penjelasan yang jelas kepada parlemen, sektor industri, dan masyarakat.
Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) pada Kamis (12/2) waktu AS bagian timur memimpin tim negosiasi dan mencapai kesepakatan dengan pihak AS mengenai Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Taiwan-AS, kemudian menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, yang turut hadir menyaksikan mengatakan bahwa perjanjian ini tidak hanya dibangun di atas hubungan ekonomi dan perdagangan jangka panjang antara AS dan Taiwan, tetapi juga akan memperkuat ketahanan rantai pasok, khususnya di sektor teknologi tinggi.