Memberikan angpau pada perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi juga sebuah seni yang sarat dengan etika dan makna simbolis. Seorang ahli numerologi dan tarot di Taiwan membagikan panduan komprehensif mengenai aturan main dalam memberikan angpau, menyoroti empat pantangan utama yang harus dihindari serta tips untuk menarik keberuntungan di Tahun Kuda.
Pertama, hindari penggunaan amplop angpau bekas atau model tahun lalu. Dalam numerologi, hal ini dianggap sebagai keberuntungan yang kedaluwarsa dan dapat memberikan kesan kurang tulus. Kedua, perhatikan pemilihan nominal. Angka genap seperti 6 (melambangkan kelancaran) dan 8 (melambangkan kemakmuran) sangat dianjurkan. Sebaliknya, hindari angka seperti 4 (berkonotasi kematian), 3 (perpisahan), 5 (kekosongan), dan 7 (kepergian). Sebuah pengecualian adalah angka 9, yang meskipun ganjil, melambangkan keabadian dan sangat cocok diberikan kepada orang tua.
Ketiga, jaga etika saat menerima. Membuka dan menghitung isi angpau di depan umum dianggap sangat tidak sopan dan dapat memicu perbandingan yang tidak perlu. Keempat, perhatikan konsistensi. Nominal angpau untuk generasi yang lebih muda sebaiknya diseragamkan untuk menghindari kecemburuan.
Sementara itu, angpau untuk orang tua idealnya bertambah setiap tahun sebagai simbol kemajuan, atau setidaknya dipertahankan nominalnya. Bagi pasangan yang sudah menikah, sangat penting untuk memberikan nominal yang sama kepada orang tua dari kedua belah pihak untuk menunjukkan keadilan dan keharmonisan.