Para orang tua yang berencana bepergian dengan pesawat bersama anak-anak diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih mainan yang akan dibawa ke dalam kabin. Sejumlah maskapai penerbangan internasional, terutama di Eropa, telah memperbarui aturan mereka dan secara tegas memasukkan pistol mainan dan senjata tiruan lainnya ke dalam daftar barang terlarang.
Pelanggaran terhadap aturan ini tidak hanya akan berujung pada penyitaan mainan, tetapi dalam kasus yang lebih serius, dapat mengganggu kelancaran seluruh perjalanan.
Maskapai seperti Ryanair dan easyJet telah secara eksplisit melarang segala bentuk replika senjata, termasuk pistol paintball atau benda apa pun yang dapat disalahartikan sebagai senjata asli, baik di bagasi kabin maupun bagasi tercatat.
Aturan ini ditegakkan dengan sangat serius demi menjaga keamanan penerbangan. Sebuah kasus kontroversial di Inggris beberapa tahun lalu, di mana seorang bocah berusia 4 tahun dipaksa menyerahkan pistol mainan plastiknya oleh petugas keamanan bandara, menjadi contoh nyata dari penerapan aturan ini.
Meskipun tindakan tersebut mungkin terasa berlebihan, pihak otoritas bandara dan maskapai penerbangan menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Aturan keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah secara jelas menyatakan bahwa benda apa pun yang bentuknya menyerupai barang terlarang tidak boleh lolos pemeriksaan, guna menghindari potensi kepanikan atau kesalahpahaman di dalam pesawat.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar orang tua memilih mainan yang tidak kontroversial dan selalu memeriksa daftar barang berbahaya di situs web resmi maskapai sebelum berangkat untuk memastikan perjalanan yang lancar dan bebas masalah.