Puluhan mahasiswa internasional dari berbagai negara menyambut tahun baru Imlek dengan pesta sederhana bersama warga lokal di tepi danau Liyu Lake, Shoufeng Hualien, Taiwan, Sabtu (7/2/2026) siang.
Mereka berasal dari berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Vietnam, India, Pakistan, hingga Malawi. Sebagian besar dari mereka berkuliah di National Dong Hwa University (NDHU) Taiwan Ada pula yang berkuliah di Tzu Chi University (TCU). Selain itu, sebagian dari mereka yang datang ke Taiwan bersama keluarganya, turut mengajak pasangan dan anak-anaknya ke pesta tersebut.
Dalam pesta sederhana ini, mereka bersama-sama menyantap aneka hidangan nikmat sembari menikmati indahnya pemandangan danau Liyu Lake. Angin dingin yang bertiup tak mengurangi kegembiraan mereka saat itu. Apalagi, masing-masing juga mendapatkan amplop merah.
Selain menikmati aneka kudapan, mereka juga bermain game dengan aneka hadiah yang telah tersedia untuk semua peserta. Tak cukup sampai di situ, mereka juga belajar gerakan tarian Amis yang dipandu oleh seorang seniman lokal.
Saat pesta berakhir, mereka pun pulang dengan membawa banyak bingkisan. Di antaranya beras dan minyak goreng. Semua makanan dan bingkisan yang mereka terima ini diperoleh dari para sponsor, utamanya warga lokal Taiwan.
“Pesta menyambut tahun baru Imlek ini sungguh menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa bergabung dan bertemu dengan keluarga-keluarga dari Taiwan. Mereka sangat ramah dan baik,” kata Chongsmaiha, mahasiswa doktoral di NDHU yang bergabung dalam pesta tersebut.
Sosok Monica
Pesta menyambut tahun baru Imlek ini diinisiasi oleh Monica atau Lai Hsiu Feng seorang pekerja sosial sekaligus akademisi yang selama ini kerap membantu mahasiswa-mahasiswa internasional, khususnya di Hualien.
Di kalangan sebagian mahasiswa internasional di NDHU dan TCU pun namanya sudah cukup populer.
Selama 10 tahun belakangan, dia kerap membagi-bagikan banyak rezeki bagi mahasiswa internasional yang datang ke Taiwan untuk studi.
Saat musim dingin misalnya, dia membagi-bagikan banyak pakaian hangat secara gratis. Dia juga sering membagi-bagikan makanan yang disumbangkan oleh para sponsor.
Tak hanya itu, dia juga telah membantu mahasiswa internasional yang telah mengantongi work permit, untuk mendapatkan pekerjaan sampingan yang dapat memberi mereka tambahan pemasukan.
Monica mengatakan, bantuan dan dukungan yang dia berikan kepada mahasiswa internasional adalah salah satu caranya bersyukur.
“Saya pernah ada di situasi sulit. Saat kuliah dulu, pernah hampir berhenti karena kesulitan finansial. Tetapi banyak orang yang datang membantu sehingga saya dapat menyelesaikan kuliah, bahkan sampai kini meraih gelar doktor,” katanya.
“Bagi saya, hidup ini adalah sebuah perjalanan. Beberapa orang berjalan bersama kita untuk sementara waktu, tetapi mereka meninggalkan dampak yang indah untuk kehidupan kita. Saya juga memegang prinsip untuk tidak lupa menunjukkan keramahan kepada orang asing. Sebab kita tidak tahu jangan-jangan mereka adalah malaikat,” pungkasnya.
Penulis: Eben Haezer