Makan besar selama masa liburan tahun baru Imlek merupakan hal yang tidak dapat dihindari, ahli gizi mengemukakan, beberapa kali berturut-turut makan bareng dan makan besar tidak terasa akan mengasup makanan dengan kandungan minyak dan gula berlebih, ditambah lagi dengan duduk dalam waktu lama, kebiasaan hidup yang tidak teratur maka mudah menyebabkan fluktuasi besar pada gula darah setelah makan. Disarankan untuk menguasai 4 prinsip menstabilkan gula darah yang dapat mengurangi kemungkinan kehilangan kendali gula darah.
Ahli gizi Rumah Sakit Yuan Rung, Tong Ya-hui (童雅惠) menyampaikan, mungkin lambung dan ginjal harus “lembur” untuk mengarap kelebihan glukosa selama liburan dan kondisi di mana penderita diabetes mengalami gula darah tinggi setelah makan.
Tong Ya-hui mengatakan, banyak orang yang salah paham bahwa makan manis baru dapat menaikan gula darah, sebenarnya semua makanan mengandung karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi glukosa, termasuk nasi putih, soun, talas, ubi, onde dan makanan yang dilapisi tepung atau yang dikentalkan dan hidangan tinggi lemak dapat memperpanjang pengosongan lambung, sehingga tingginya gula darah semakin lama, hal ini tidak baik dalam pengendalian gula darah.
Tong Ya-hui menyampaikan, 4 prinsip dalam menjaga kestabilan gula darah, pertama urutan makanan yang diasup, terlebih dulu menyantap sayuran kemudian protein, terakhir baru makanan pati dan makanan penutup agar makanan berserat terlebih dulu masuk ke dalam usus untuk menunda penyerapan sehingga mengurangi asupan pati secara alami; kedua, menganti makanan pati, hanya mengasup 1 jenis makanan utama dalam satu kali makan; ketiga, hindari minuman manis atau kuah manis, kental dan gorengan yang dipadukan dengan saus manis; keempat, nikmatilah makanan yang berisiko tinggi dengan satu gigitan saja buka satu porsi penuh.