Tahun Baru Imlek telah datang, tetapi pertahanan keamanan negara tidak memiliki hari libur, agar masyarakat Taiwan dapat melewati masa liburan Tahun Baru Imlek dengan baik, Tentara Angkatan Darat melakukan simulasi riil meningkatkan kesiapan tempur selama liburan Tahun Baru Imlek dengan menggunakan berbagai peralatan senjata dan kendaraan udara maupun darat, ditambah dengan perlengkapan baru Land-bassed Sky Sword II Missile System (Land Sword 2), HIMARS dan drone temput dan perlengkapan lainnya, untuk menunjukan kemampuan tempur gabungan darat-udara dan koordinasi tempur infanteri.
Korps Angkatan Darat baru-baru ini mengelar latihan penguatan latihan tempur liburan Tahun Baru Imlek dengan suara mesin yang memekakkan telinga disertai denga debu dan asap di Longxiang Barracks Taichung. Simulasi dilakukan oleh Brigade 586 bekerja sama dengan Komando Artileri 58 dan Brigade Udara 602, memperlihatkan kemampuan tempur dan kekuatan gabungan berbagi senjata Angkatan Darat.
Skenario simulasi dengan asumsi Tentara Komunis melancarkan serangan tiba-tiba ke Taiwan di masa liburan Tahun Baru Imlek, kapal amfibi tipe 075 (Type 075 landing helicopter dock yang merapat di garis tengah Antar Selat Taiwan menggerakan helikopter bersenjata dan Mil Mi 8, mengangkut pasukan tentara menuju bandara pusat untuk melakukan serangan fasilitas utama seperti menara. Untuk itu, selain mengirimkan rudal Land Sword 2 untuk menghalau musuh, Tentara Nasional juga mengerahkan helicopter Cobra AH-1W dipasangkan dengan CN-32, 33, dan 34 “Clouded Leopard” roda delapan dan mobil tempur M60A3. Kerja sama kekuatan darat dan udara serta koordinasi tempur infanteri guna merebut kembali kawasan bandara penting.
Yang patut diungkit di sini adalah, dalam proses pelatihan simulasi, Tentara Angkatan Darat tidak saja mengeluarkan drone pengintai untuk melakukan pengintaian langsung di medan perang dengan sasaran yang ditetapkan, juga mengerahkan drone serangan bunuh diri dengan target balon udara, menunjukkan penerapan drone di medan perang.
Angkatan Darat juga menekankan, untuk menanggapi kecepatan perubahan bentuk ancaman musuh dalam beberapa tahun terakhir, selain terus meningkatkan pelatihan simulasi nyata, juga berharap dapat meningkatkan ketahanan pertahanan secara menyeluruh dan efektif melalui pengenalan peralatan dan teknologi baru, serta mengimbau rakyat Taiwan untuk mendukung pembuatan senjata dan peralatan canggih bagi Angkatan Darat.