Banyaknya perubahan dalam struktur perdagangan global mendatangkan tidak sedikit tantangan, Most Favoured Nation (MFN) dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) semakin terdampak karena kebijakan pajak timbal balik Amerika Serikat, tetapi, Kementerian Luar Negeri dengan tegas menyampaikan dukungan bagi Taiwan dengan bersikeras pada posisi “Struktur perdagangan multilateral berbasis aturan”, menekankan pemerintah Taiwan dapat dengan berdasarkan struktur ini untuk memperdalam kerja sama dengan negara dengan konsep serupa dan berkomitmen untuk mempromosikan reformasi WTO.
Wakil Menteri Luar Negeri, Wu Chih-chung (吳志中) beberapa hari lalu ketika menerima wawancara khusus Radio Polandia secara khusus menyebutkan kurangnya fungsi dari Organisasi Perdagangan Internasional, Organisasi Kesehatan Dunia dan beberapa organisasi internasional lainnya, membuat semakin pentingnya hubungan bilateral. Untuk itu, haruskah kebijakan luar negeri Taiwan disesuaikan tanpa menginvestasikan terlalu banyak sumber daya dalam mekanisme multilateral?
Kepala Divisi Ekonomi dan Kerja Sama Internasional Kemenlu, Yeh Chih-cheng (葉至誠) menyampaikan, sudah pasti kebijakan pajak timbal balik dari Pemerintah Amerika Serikat menyebabkan tantangan besar MFN dari WTO, juga mencerminkan sistem perdagangan multilateral yang ada saat ini tidak memadai dalam menanggapi isu-isu ekonomi dan perdagangan baru. Hal ini menyoroti pentingnya reformasi WTO.
Meskipun demikian, Yeh Chih-cheng mengemukakan, WTO masih menjadi satu-saturnya struktur perdagangan multilateral yang bersifat universal, berlembaga dan dapat diprediksi, dengan 72% menerapan prinsio Most Favoured Nation (MFN) sebagai dasar perdagangan. Dalam hal perilaku perdagangan internasional, penanganan sengketa dan penyedia platform negosiasi, WTO masih memiliki peran yang tidak dapat tergantikan.
Yeh Chih-cheng (葉至誠) mengatakan, “WTO adalah organisasi perdagangan dan ekonomi internasional yang paling penting untuk Taiwan, juga karena WTO mengizinkan Taiwan berintegrasi konkrit dalam sistem ekonomi dan perdagangan global, kontribusi yang tidak boleh tidak ada, untuk itu Taiwan terus mendukung struktur perdagangan multilateral berbasis aturan, terus bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pemahaman serupa di bawah struktur ini, bersamaan dengan itu juga mendorong reformasi WTO.”
Mengenai Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Kementerian Luar Negeri berkali-kali menegaskan, meskipun Amerika Serikat mundur dari WHO, tetapi Taiwan tetap terus bersama Amerika Serikat serta negara-negara berkesepahaman serupa bekerja sama untuk mempromosikannya, instruksi dan target dari Taiwan tidak berubah, berharap bisa mendapatkan undangan sebagai anggota pengamat dalam WHO dan WHA, serta dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan sidang organisasi bersangkutan.