Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) akan mengumumkan statistik ketenagakerjaan dan penggangguran “Populasi Tinggal Menetap Nasional” mulai tahun 2026, tidak membatasi apakah mereka yang memiliki kewarganegaraan Taiwan atau tidak, juga memasukan mereka yang genap tinggal di Taiwan selama 6 bulan bahkan untuk tenaga kerja yang bukan tenaga kerja Taiwan yang diperkirakan akan terus tinggal di Taiwan, untuk menyempurnakan struktur pasar tenaga kerja nyata dalam negeri.
Wakil Divisi Sensus DGBAS, Tan Wen-lin (譚文玲) mengemukakan, data induk sensus yang dulu menggunakan dasar “populasi kartu keluarga”, tetapi seiring dengan bertambahnya perputaran penduduk sehingga terlihat jelas perbedaan antara data dalam kartu keluarga dengan penduduk yang tinggal dan bekerja nyata, dengan demikian sulit untuk memperlihatkan pasar tenaga kerja keseluruhan secara nyata.
Tan Wei-ling menyampaikan, yang dimaksud dengan “populasi tinggal tetap” merujuk pada populasi orang yang tinggal di Taiwan dalam jangka waktu tertentu dan berencana akan terus tinggal menetap, standar batas tinggal adalah genap 6 bulan atau lebih, tidak membatasi apakah terdaftar dalam kartu keluarga atau tidak, juga termasuk tenaga kerja non lokal yang bekerja di Taiwan.
Tan Wei-ling menegaskan, semua orang yang bekerja di Taiwan menempati peluang kerja Taiwan, jadi merupakan bagian dari pasar tenaga kerja dalam negeri, untuk itu ada keharusan memasukannya dalam data terkait pengamatan ketenagakerjaan dan pengangguran.
DGBAS menyampaikan, data sumber daya manusia (SDM) untuk Januari 2026 akan diumumkan pada tanggal 25 Februari 2026 mendatang, bersamaan dengan itu juga akan memberikan penjelasan data. Mulai bulan ini, selain hasil sensus SDM berdasarkan populasi kartu keluarga, juga akan disatukan dengan data ketenagakerjaan dan penggangguran “Populasi Tinggal Menetap Nasional”, lengkap dengan situasi pasar tenaga kerja untuk “warga” dan “dalam negeri”.